Pria Yang Ngaku Sebagai Imam Mahdi Bertaubat, Istri Minta Maaf
Loading...

Pria Yang Ngaku Sebagai Imam Mahdi Bertaubat, Istri Minta Maaf

Thursday, May 30, 2019, Thursday, May 30, 2019
loading...
Loading...
Foto: dok.istimewa

DEPOK-JABAR, SriwijayaAktual.com - Triani (44) meminta maaf karena gelar Imam Mahdi kepada suaminya, Winardi telah menimbulkan kehebohan. Setelah didatangi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Depok, Triani mengakui bahwa ajarannya sesat.

"Kita juga yo mohon maaf bapak juga bukan dari pondok. Cuma dapat itu aja, ilham tadi. Ya udah 'kan kalau kayak beliau-beliau kan, mohon maaf, emang udah rajin ibadah makanannya, mohon maaf yak. Al quran dan hadits seenggaknya ngelotok dan paham banget. Di situ yo akhirnya kita yo sepakat, ya dikata salah, (menerima) salah," kata Triani saat ditemui di rumahnya di Jalan H Sulaiman, Bedahan, Sawangan, Depok, Kamis (30/5/2019).
Winardi didatangi oleh MUI dan aparat dari Kecamatan Sawangan hingga Polsek Sawangan pada Rabu (29/5) malam, setelah undangan open house halal bihalal yang akan digelar Kamis (6/6) di rumahnya, tersebar di media sosial. Setelah didatangi ke rumahnya, diketahui ada musala berbentuk musala di depan rumahnya.

MUI kemudian meminta Winardi untuk bertaubat dan meninggalkan ajarannya. Winardi juga diminta mengganti cat tembok musala yang berwarna hitam dengan kombinasi kuning.

Namun, hingga Kamis (30/5) sore, cat tembok di musala belum diganti. Triani beralasan belum punya waktu untuk mengganti cat musala tersebut karena kelelahan setelah suaminya dipanggil MUI semalam.

"Alhamdulillah, kita nggak ada masalah. Cuma gitu aja, cat, saya bilang nunggu ya. Saya mohon maaf, capek. Kita juga manusia biasa, bukan robot," kata Triani.

Triani belum memutuskan akan mengganti cat tembok dengan warna apa. Namun, dia memastikan untuk mengganti cat tembok selambatnya satu minggu.

"Kalau ada usulan-usulan yang nggak ini yo paling nggak lama seminggulah dikasih waktu. Jangan diburu-buru. Gitu aja. Duit juga sensitif, tenaga juga waktunya puasa, nggak bisa dipaksain," tuturnya.
Dia juga sempat meminta perlindungan ke Kapolsek Sawangan Kompol Suprasetyo agar musalanya tidak sampai dihancurkan.

"Kemarin saya juga sudah ngomong sama pihak Kapolsek minta perlindungan. Jangan dihancurin. Saya siap ganti, tapi jangan waktu sekarang," tandasnya. (mea/detik/fjp)

 

TerPopuler

close
loading...