Sidak Pengawasan Makanan di Pasar Bedug, Kembali Ditemukan Tahu & Mie Berformalin
Loading...

Sidak Pengawasan Makanan di Pasar Bedug, Kembali Ditemukan Tahu & Mie Berformalin

Friday, May 24, 2019, Friday, May 24, 2019
loading...
Loading...

PALEMBANG, SriwijayaAktual.com - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Palembang bersama Dinas Kesehatan Kota Palembang, kembali melakukan Pengawasan Intensifikasi Pangan dan Makanan Buka Puasa (Pasar Bedug) Bulan Ramadhan dan Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2019M/1440H yang kali ini di di Pasar 26 Ilir Kec. Bukit Kecil, Kota Palembang, Kamis (23/5/2019)  

Tampak sidak tersebut dihadiri: Wawako Palembang Fitrianti Agustinda, Kepala Balai BPOM Palembang Dra. Hardaningsih dan Kepala Dinas Kota Palembang  Hj. dr. Letizia, dan diikuti puluhan orang dari Instansi Terkait. 

Kepala Balai BPOM Palembang Dra Hardaningsih, mengatakan berdasarkan hasil penglihatan dan pemeriksaan, dari 11 sampel  makanan 4 sampling ditemukan mengandung formalin berbahaya, yakni mie dan tahu.  Mie dan tahu yang mengandung  formalin tersebut berada paketan rujak mie  tahu."Katanya 

"Menurutnya ada bahan pengawet makan yang tidak berhaya adalah Falata (Ekstra Daun atau Kulit Pisang) bisa dibuat menjadi bahan pengawet khusus tahu. Namun Belum pernah coba atau  digunakan untuk pengawet makanan lain."Ujarnya.  

BPOM  Kota Palembang bersama instansi terkait melakukan pengawasan dan pengujian makanan berbuka puasa ini  dilakukan untuk melindungi masyarakat yang mengkonsumsi makanan buka puasa agar tidak mengkonsumsi makanan menggunakan bahan berbahaya seperti formalin, boraks dan rodamin B serta lainnya."Jelasnya. 

Sementara itu Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengucapkan terima kasih kepada BBPOM dan instansi atas upaya mengatasi beredarnya produk pangan berbahaya. Menurutnya, pengawasan rutin BBPOM telah cukup efektif dalam mengurangi produk yang mengandung bahan berbahaya yang beredar di masyarakat.‬"Katanya

‪"Sudah ada beberapa produsen tahu berformalin yang telah diproses hukum. Tindakan hukum ini adalah sanksi yang harus dihadapi produsen nakal yang menjula produk yang mengandung zat berbahaya," Ujar Fitri.‬

‪Sebagai bahan pembelajaran bagi kita semua, dijelaskan bahwa tekstur tahu berformalin cenderung keras. Selain itu memiliki aroma zat selain bau khas kedelai. Tahu berformalin relatif bertahan lebih lama.‬"Jelasnya Fitri. 

Untuk diketahui selama bulan ramadhan 2019/1440H ini, BPOM Palembang sudah melakukan sidak Pengawasan Intensifikasi Pangan dan Makanan Buka Puasa sebanyak 3 kali dibeberapa tempat yang berbeda.  
"Alhasil sering ditemukan makanan buka puasa di pasar beduk yang mengandung formalin berbahayak yakni pada tahu dan mie. (Jired) 


TerPopuler

close
loading...