Kecewa & Frustasi!?, Caleg Gagal Bongkar Empat Makam Milik Warga
Loading...

Kecewa & Frustasi!?, Caleg Gagal Bongkar Empat Makam Milik Warga

Wednesday, June 12, 2019, Wednesday, June 12, 2019
loading...
Loading...


SriwijayaAktual.com -Pemilihan umum memang sudah selesai dilaksanakan, namun sampai sekarang masih meninggalkan jejak miris yang membuat kita semua tak habis pikir. Salah satunya yang terjadi di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Bagaimana tidak, empat makam terpaksa dibongkar oleh pihak keluarga karena lahan tempat makam itu berada merupakan milik caleg yang gagal terpilih dalam pemilihan legislatif kemarin.

Dilansir dari akun Instagram @makassar_iinfo, oknum caleg di Dapil 1 Takalar itu sepertinya kecewa karena tidak mendapat dukungan penuh dari keluarga Daeng Ngampa di kelurahan Patte’ne.

Tidak terpilih, makam pun dibongkar


Kecewa berat, caleg yang tak disebutkan namanya itu meminta empat makam milik keluarga Daeng dipindahkan dari lahan yang diduga miliknya. Padahal empat makam dari keluarga Daeng itu sudah puluhan tahun berada di lahan tersebut.

Menurut keterangan salah seorang keluarga yang makamnya dibongkar, Muhammad Rusli Ronrong, mengatakan kalau sang caleg bersama istrinya datang ke rumah kakaknya Daeng Ngampa, namun pemilik rumah kebetulan sedang tidak ada.

Rusli kebetulan sedang berada di tempat. Kemudian istri si caleg tiba-tiba menyuruh Rusli untuk memberitahu Daeng Ngampa agar segera memindahkan kuburan istrinya.

“Kebetulan saya ada di situ, dan istri caleg itu mengatakan, beritahu Daeng Ngampa, suruh pindahkan kuburan istrinya yaitu Daeng Lebong ke tempatnya Haji Bonto, karena Daeng Ngampa tidak memilih suamiku,” kata Rusli, seperti dilansir dari sulselberita.com (11/6).

Kejamnya politik

Rusli sangat menyayangkan sikap caleg dan istrinya itu karena mengaitkan orang yang sudah meninggal dengan urusan politik.

“Terus terang, saya ini tim si caleg, tapi saya sangat kecewa karena hanya beda pilihan, keluarga kami yang sudah meninggal jadi korban kejamnya politik,” ujar Rusli.

Keempat makam tersebut kemudian dipindahkan ke tanah keluarga besar Abdul Rauf Daeng Ngampa, tidak jauh dari lokasi pemakaman sebelumnya.

Kejadian serupa pernah terjadi juga di Maluku Utara ketika warga mengembalikan karpet masjid ke caleg yang mengungkit soal perolehan suara. Karpet itu merupakan pemberian caleg yang gagal terpilih.

Dari sini kita tahu kalau niat mereka untuk memimpin rakyat tidak tulus. Tapi untung mereka tidak terpilih karena bisa merugikan rakyat nantinya kalau jadi pemimpin. [*]


Lihat postingan ini di Instagram

Meskipun Pemilihan Legislatif telah usai, namun ternyata menyisahkan cerita miris yang membuat warga Takalar tak habis pikir. Bagaimana tidak, pasca komisi pemilihan umum( KPU) Takalar mengumumkan penetapan Caleg terpilih pada tanggal 22/5/2019 yang lalu, ternyata membuat salah seorang oknum Caleg di Dapil 1 Takalar (polut,polsel,pattallassang) sepertinya kecewa karena tidak mendapat dukungan penuh dari keluarga Daeng Ngampa di kelurahan Patte'ne, akibatnya oknum Caleg gagal tersebut meminta agar 4 makam milik keluarga Dg Ngampa di pindahkan dari tempat pekuburan yang di duga milik oknum Caleg tersebut. Meskipun makam 4 orang keluarga dari Dg Ngampa tersebut sudah puluhan tahun dimakamkan di pemakaman lingkungan Pangkarode Kelurahan Pattene Kecamatan Polsel Kabupaten Takalar, terpaksa di bongkar dan dipindahkan oleh pihak keluarga Dg Ngampa, lantaran pemilik lahan yang juga sang caleg gagal meminta untuk di bongkar. Menurut keterangan salah seorang keluarga yang makamnya dibongkar, Muhammad Rusli Ronrong, mengungkapkan jika sang Caleg bersama istrinya mendatangi rumah kakaknya Daeng Ngampa, namun sang pemilik rumah tidak ada di tempat. . "Kebetulan saya ada di situ dan istri dari sang Caleg gagal mengatakan, beri tahu Dg Ngampa, suruh pindahkan itu kuburan istrinya yaitu Dg lebong ketempatnya Haji Bonto karna Dg Ngampa Tidak napilih suamiku". . Ungkap Muh.Rusli. minggu, (9/6/2019). Dg Ronrong juga sangat menyayangkan sikap sang caleg tersebut, karna hanya beda pilihan kenapa orang sudah puluhan tahun meninggal bahkan tubuhnya sudah hancur di makan tanah kok di kait kaitkan dengan politik. . "Terus terang saya ini timnya si Caleg, tapi saya sangat kecewa karna hanya beda pilihan keluarga kami yang sudah meninggal jadi korban kejamnya politik"ungkap daeng Ronrong sapaan akrab dari muh.rusli. Adapun Empat kuburan yang di bongkar masing masing 1 Mallarangan Daeng Ngopa 2.Sugi Daeng Ngiji 3.Baso Daeng Tunru 4.Burhayati Daeng Lebong Masing kuburan tersebut dipindahkan ke tanah keluarga besar Abdul Rauf Daeng Ngampa tidak jauh dari pemakaman sebelumnya. Artikel : sulselberita.com
Sebuah kiriman dibagikan oleh MAKASSAR INFO (@makassar_iinfo) pada


TerPopuler

close
loading...