Loading...
Loading...

Kamis, 27 Juni 2019

loading...

Mantan Ketua Umum PB HMI 1979-1981: Ditangkap Hingga Ditembak pun Saya Siap!

    Kamis, Juni 27, 2019   No comments
Loading...

Loading...


JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Koordinator Lapangan Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) Abdullah Hehamahua mengaku ikhlas jika ditangkap bahkan ditembak oleh aparat sekalipun.

Pernyataan Abdullah itu untuk mengingatkan agar peserta aksi yang mengawal sidang keputusan Mahkamah Konstitusi dapat membubarkan diri tepat pukul 17.00 sore.

“Kalau sudah magrib gelap, perusuh akan masuk kita tidak tahu. Dan yang korban adalah kita," ujar Abdullah dari atas mobil komando, di Jalan Medan Merdeka Barat, Kamis (27/6/2019). 

Kalau saya, Ustaz Asep, Sobri, ditangkap bahkan ditembak Insya Allah kami ikhlas. Tapi kami tidak mau Bapak Ibu datang dari Surabaya, Medan, Jatim dan Sulawesi Selatan jadi korban,” imbuhnya.
Menurut Abdullah, hasil sidang MK sudah terlihat meski putusan akhir belum dibacakan. 

“Kita tahu hasilnya bahwa (tuntutan) 02 ditolak. Ini baru satu episode dari perjalanan panjang,” ujarnya

Untuk itu, mantan penasihat KPK ini menyerukan agar besok massa berkumpul kembali melaksanakan shalat Jumat di Masjid Sunda Kelapa.

“Dari sana (masjid Sunda Kelapa) kita ke Komnas HAM, kita laporkan 600 KPPS dan 10 korban 21-22 Mei,” Tandasnya Abdullah Hehamahua yang merupakan Mantan Ketua Umum PB HMI Tahun 1979-1981 dan Eks Penasehat KPK RI ini.
Pantauan di lokasi, tepat pukul 17.00 WIB, massa aksi yang mengawal sidang di MK secara tertib bergerak untuk membubarkan diri. Mereka sambil berjalan seiring dengan mobil komando menuju ke arah bundaran Patung Kuda. [*]


"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :
Tidak ada komentar:
Write komentar

Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner