Terbaru...Ini dia! Proyek Rp 136 Triliun yang Diteken Jokowi dan Pangeran Abu Dhabi
Loading...

Terbaru...Ini dia! Proyek Rp 136 Triliun yang Diteken Jokowi dan Pangeran Abu Dhabi

Thursday, July 25, 2019, Thursday, July 25, 2019
loading...
Loading...
Datang ke RI, Pangeran Abu Dhabi Boyong Investasi Rp 136 T

JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Ada 12 kerja sama yang diteken. Sebanyak sembilan kerja sama dilakukan antar pemerintah, dan tiga kerja sama dilakukan secara business-to-business (b-to-b).


Usai Teken Proyek Rp 136 T, Jokowi Suguhi Pangeran Abu Dhabi Salak
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyelesaikan pertemuan dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Ada sebanyak 12 kerja sama yang diteken. Sebanyak sembilan kerja sama yang dilakukan antar pemerintah, dan tiga kerja sama yang dilakukan secara business-to-business (b-to-b). Dalam pertemuan tersebut juga pemerintah menyuguhkan beberapa buah tropis sebagai hidangan bagi para tamu negara.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, tiga kerja sama yang dilakukan secara b-to-b total nilai investasinya mencapai US$ 9,7 miliar.

"Dari 3 MoU tadi yang bisnis to bisnis itu nilai totalnya sekitar Rp 136 triliun, atau 9,7 miliar dolar," kata Retno di komplek Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (24/7/2019).
Foto: Zaki Alfarabi/Tim Infografis

Retno menjelaskan, sebanyak tiga proyek tersebut adalah antara PT Pertamina dengan Adnoc dalam hal pengembangan RDMP Balikpapan integrated supply chain. Kedua, PT Chandra Asri dengan Mubadala mengenai proyek nafta cracker dan petrochemical complex. Ketiga antara PT Maspion indonesia dengan Dubai Port World Asia mengenai pengembangan terminal peti kemas dan kawasan industri di Jawa Timur.

Selain itu, ada juga sembilan kerja sama lainnya yang diteken antar pemerintah. Pertama, peningkatan perlindungan investasi. Kedua, penghindaran pajak berganda. Ketiga, mengenai sektor industri. Keempat, mengenai kepabeanan.

Kelima, mengenai pariwisata. Keenam, mengenai sektor kelautan dan perikanan. Ketujuh, mengenai pertahanan. Kedelapan, mengenai kekonsuleran, dan yang kesembilan mengenai sektor kebudayaan.

"Jadi saya kira ini adalah selain kunjungan yang sangat bersejarah ini juga kunjungan yang sangat straightforward konkrit dan detail bicara mengenai masalah ekonomi bicara mengenai masalah keumatan," tegas Retno.

"Sebagaimana diketahui UAE memiliki sovereign wealth fund yang sangat besar yang nilainya sekitar 1,3 triliun us dolar dan potensi potensi seperti inilah yang kita kerjasamakan dengan UAE," tambahnya.

Disuguhi Buah Tropis

Saat acara santap siang, Retno mengungkapkan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan disuguhi berbagai macam buah tropis. Mulai dari salak, manggis, hingga durian.

Buah-buah yang disuguhkan pun memberikan perhatian tersendiri. Pasalnya, para tamu negara belum pernah melihat buah tersebut, apalagi salak.

"Karena kan seperti salak jarang ya mereka lihat. Jadi tadi tanya ini apaan, oh ini namanya salak, tadi ada manggis, mangga, terus kemudian durian," kata Retno.

Saat ingin mencicip salak, Retno mengaku para tamu negara sempat melihat para pejabat negara membukanya terlebih dahulu sebelum benar-benar mencobanya.

"Aku buka (salak), Pak Luhut buka," ujarnya.

Menurut Retno, para tamu negara pun suka dengan buah yang disuguhkan oleh pemerintah. "Kebetulan yang durian tadi nggak begitu bau ya, nggak begitu menyengat gitu, jadi ok sih kayaknya" jelasnya.

"Tapi manggisya sudah dipotong di tengah jadi tinggal dibuka gitu, tinggal dimakan sih," tambahnya. (hek/zlf/detik)
 

Baca Juga: Ironi, Dana Infrastruktur Rp 400 T Justru Malah Bikin 45 Ribu Kontraktor Lokal Gulung Tikar



TerPopuler

close
loading...