"Digdaya Tanpo Aji", Jurus Jawa Jokowi Kalahkan Prabowo Dua Kali
Loading...

"Digdaya Tanpo Aji", Jurus Jawa Jokowi Kalahkan Prabowo Dua Kali

Sunday, August 4, 2019, Sunday, August 04, 2019
loading...
Loading...

JAKARTA, SriwijayaAktual.com -  Presiden Joko Widodo dinilai sebagai sosok yang terkenal dengan sikap rendah hati, meskipun kerap diserang dengan narasi yang menyudutkan dirinya sebagai sosok yang gagap dalam berucap dan bersikap. Namun ternyata pria asal Solo yang dicitrakan plonga-plongo itu dapat memenangkan kembali kursi RI-1.

Keberhasilan Jokowi itu dalam istilah bahasa Jawa kuno disebut "Digdaya Tanpo Aji" tentunya dengan segala kerendah hatian yang dimilikinya. 

Begitu kata Penulis Buku "Jokowi Digdaya Tanpa Aji" Raylis Sumitra saat membedah bukunya di The Liter Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (3/8/2019). 

"Jadi pesannya begini, 'Digdaya Tanpa Aji' itu makna harfiahnya bahwa Jokowi selama ini dibentuk citra plonga-plongo dan dipaksakan dengan narasi begitu ternyata faktanya Jokowi menang Pilpres 2019. Jadi anggapan buruk itu ternyata salah," kata Raylis. 

"Digdaya tanpa aji itu kemampuan Jokowi membuat perubahan pola sosial masyarakat dengan nilai-nilai luhur budaya kehidupan berbangsa dan bernegara," sambungnya. 

Raylis mengatakan, bukunya itu berkisah tentang perjalanan Jokowi selama Pilpres 2019 yang menggandeng Wakil Presidennya Maruf Amin untuk bersama-sama menghalau isu negatif yang menerpanya. 

"Ketika ada indikasi itu (narasi menyudutkan Jokowi) bahwa peran kiyai Maruf itu untuk membendung propaganda Rusia itu," kata Raylis. 

Lebih lanjut, Raylis menuturkan bahwa karyanya itu bermula dari sekumpulan essay miliknya yang telah dimuat di berbagai media. Kemudian, Jokowi yang terus diterpa isu negatif dan akhirnya memenangkan Pilpres 2019 membuatnya tertarik untuk dibukukan. 

Terutama, kata dia, komunikasi politik Jokowi menarik untuk dikaji hingga akhirnya menjadi sebuah buku. 

"Jadi buku ini isinya kumpulam essay kita yang populer di media kita konstruksi perjalanan kampanye Jokowi hingga menang. Terutama komunikasi Jokowi," tutur Raylis. 

"Ada sekitar 8 chapter, soal perjalanan kampanye Jokowi hingga menang. Dan, poin-poin terkait itu ada dalam 50 artikel sejak dia mencalonkan presiden bersama Kiyai Maruf," tutup Raylis. [rm]
 

TerPopuler

close
loading...