Pengacara Janda Cantik Seger Dihamili Oknum Polisi Cabut Surat Kuasa
Loading...

Pengacara Janda Cantik Seger Dihamili Oknum Polisi Cabut Surat Kuasa

11 Agustus 2019,
loading...
Korban (tengah) bersama tim kuasa hukum saat berada di Kantor LKBH Pandawasaat  menunjukkan surat pelaporan ke Polda DIY, (2/8/2019)

YOGYAKARTA, SriwijayaAktual.com - Tim kuasa hukum dari OKD (28), seorang janda cantik yang dihamili oleh oknum anggota Sabhara Polresta Yogyakarta memutuskan mencabut surat kuasa sebagai pengacara dari kliennya tersebut, Rabu (7/08/2019). Dengan pencabutan itu maka tim pengacara dari LKBH Pandawa menegaskan sudah bukan lagi menjadi kuasa hukum OKD dalam kasus tersebut.

Direktur LKBH Pandawa, Thomas Nur Ana Edi Dharma SH menegaskan pertimbangan tim kuasa hukum yang beranggotakan 17 orang pengacara tersebut yakni diantaranya sudah tidak adanya kesamaan prinsip antara klien dengan para pengacara. “Klien menurut para pengacara sangatlah susah untuk diarahkan dalam penanganan perkara,” tegas Thomas kepada wartawan dilansir KRJOGJA.com.

Selain itu para pengacara dalam hal ini merasa tidak dihargai oleh klien sehingga menjadi kendala dalam penanganan perkara. Thomas menegaskan, dengan pencabutan surat kuasa tersebut maka tim pengacara dari LKBH Pandawa sudah tidak ada kaitannya dengan perkara yang dilaporkan OKD.

Diberitakan sebelumnya, seorang janda cantik melaporkan oknum anggota Sabhara Polresta Yogyakarta yang merupakan pacarnya karena telah menghamili dan tidak mau bertanggungjawab serta kasus penganiayaan terhadap dirinya. Oknum aparat berpangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda) berinisial DP tersebut dilaporkan ke Ditreskrimum dan Propam Polda DIY, Jumat (02/08/2019) lalu.

Dengan menggandeng tim kuasa hukum dari LKBH Pandawa, OKD melaporkan Bripda DP atas tidak penganiayaan sebagaimana tertulis dalam pasal 351 KUHP dan pelanggaran kode etik seperti diatur dalam Perkap Kapolri nomor 14 tahun 2011. Polda DIY bertindak cepat dalam kasus ini, Kabid Humas Kombes Pol Yulianto berjanji akan menindak tegas Bripda DP jika nantinya memang terbukti bersalah. (*)


TerPopuler

Loading...