Sebut Kerajaan Sriwijaya Fiktif, Babeh Ridwan Saidi Akan DiPolisikan
Loading...

Sebut Kerajaan Sriwijaya Fiktif, Babeh Ridwan Saidi Akan DiPolisikan

28 August 2019,
loading...

PALEMBANG, SriwijayaAktual.com - Yayasan Kebudayaan Tandipulau bakal melaporkan budayawan Betawi Ridwan Saidi dan akun kanal Youtube Macan Idealis atas unggahan video yang memuat pernyataan bahwa Kerajaan Sriwijaya adalah fiktif dan merupakan kelompok bajak laut.

Ketua Yayasan Tandipulau Erwan Suryanegara mengatakan sejarah dan bukti keberadaan Kerayaan Sriwijaya sudah dikaji baik secara lokal, nasional, maupun masyarakat internasional. Bukti artefaktual arkeologis berupa arca, prasasti, serta candi pun sudah membuktikan adanya kerajaan tersebut.

Sehingga pernyataan yang disampaikan Ridwan Saidi di dalam kanal Youtube yang dikelola oleh Vasco Ruseimy tersebut dinilai tidak berlandaskan fakta sejarah.

"Pernyataan Kerajaan Sriwijaya fiktif ini keluar dari orang yang tidak punya kapasitas membicarakan Kerajaan Sriwijaya sehingga kontroversial. Itu sebenarnya pernyataan ngawur. Pernyataan yang tidak mendasar tanpa memiliki data yang ilmiah," ujar Erwan, Selasa (27/8/2019).

Pihaknya pun telah berkonsultasi dengan Wali Kota Palembang untuk menanggapi unggahan video tersebut. Upaya pertama adalah dengan membuat lebih dulu pernyataan tandingan mengenai fakta sejarah keberadaan Kerajaan Sriwijaya melalui kanal Youtube Jelajah Sumsel yang berafiliasi dengan Yayasan Tandipulau.

Pihaknya pun akan meminta secara baik-baik agar kanal Macan Idealis sebagai pengunggah untuk menghapus video tersebut karena akan menyesatkan persepsi generasi muda yang belum mengerti mengenai sejarah Kerajaan Sriwijaya.

Apabila permintaan tersebut tidak digubris, maka pihaknya akan menempuh jalur hukum.

"Kami minta pengunggah video untuk minta maaf karena ini masuk kejahatan ITE. Sudah menyebarkan berita bohong, hoaks, tanpa data-data ilmiah yang valid. Bila tidak ditanggapi, kita somasi dan menempuh jalur hukum untuk menyelesaikannya," kata dia.

Dirinya berujar, Ridwan Saidi hanya asal bicara saja karena ditanya oleh Vasco yang juga muncul dalam video tersebut. Pria yang akrab disapa Babeh ini pun hanya berbicara mengenai apa yang diketahuinya saja, tanpa dikaji secara ilmiah.

Disebutkan Erwan, Ridwan menyebutkan bahwa Kerajaan Palembang muncul pada abad ke-3, lebih tua dari pada Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7.

"Pernyataannya itu salah. Babeh itu setahu saya dia adalah wartawan senior yang sudah pensiun. Sebenarnya dia tidak punya kapasitas untuk membicarakan Sriwijaya ini," ujar Dosen Universitas Indo Global Mandiri Palembang ini.

Diketahui, akun kanal Youtube Macan Idealis menunggah 2 video berjudul Kerajaan Sriwijaya palsu dan fiktif serta hanyalah bajak laut yang beroperasi di wilayah nusantara. Video tersebut diunggah pada Jumat (23/8) serta Minggu (25/8/2019).

Dalam video tersebut, Vasco Ruseimy berbincang bersama Ridwan Saidi mengenai sejarah Kerajaan Sriwijaya yang palsu dan fiktif. Ridwan Saidi pun berujar Kerajaan Sriwijaya sebenarnya hanyalah bajak laut yang beroperasi di perairan nusantara untuk merampok kapal perdagangan pada abad ke-7.

Ridwan Saidi belum merespons terkait hal ini. Nomor telepon dan pesan singkat belum yang dikirim belum dibalas. [ idz/arh]

Lihat Juga Video Menakjubkan dibawah ini; 

TerPopuler

Loading...