Syarat Unik dalam Ritual Cukur Rambut Gimbal: Uang 4000 Sampai Kentut Ibu yang Diplastikin! di Candi Arjuna
Loading...

Syarat Unik dalam Ritual Cukur Rambut Gimbal: Uang 4000 Sampai Kentut Ibu yang Diplastikin! di Candi Arjuna

06 August 2019,
loading...


BANJARNEGARA-JATENG, SriwijayaAktual.com - Dieng Culture Festival tidak cuma identik dengan acara pelepasan lampion semata. Ada banyak acara di sana yang bisa kamu saksikan. Namun, puncak acaranya bukanlah acara musik, melainkan ritual cukur rambut gimbal. Ritual ini diadakan di hari terakhir, tepatnya di hari Minggu, (4/8/2019).


Ritual pencukuran rambut gimbal adalah momen sakral di mana anak bajang yang berambut gimbal harus dicukur rambutnya. Si anak berambut gimbal merupakan titisan Kyai Kolodete yang juga merupakan leluhur Dieng. Dieng punya kearifan lokal yang unik dengan adanya rambut gimbal pada beberapa orang yang terlihat secara acak atau random. Rambut gimbal harus dicukur dalam sebuah ritual yang dihadiri oleh tetua adat di Dieng.

Ritual budaya nan sakral tersebut kini bisa dinikmati oleh semua orang dalam acara Dieng Culture Festival. Berikut ulasan dari Hipwee Travel yang meliput langsung di Candi Arjuna.

Seluruh peserta DCF yang mempunyai tiket segera masuk ke venue pemotongan rambut gimbal di area Candi Arjuna
peserta DCF via www.sociotraveler.com

Tidak semua orang bisa datang dan menyaksikan acara ritual cukur rambut gimbal. Hanya pemegang tiket resmi yang bisa masuk ke sana. Peserta pun dapat kaos dan jarik untuk dikenakan di saat prosesi tersebut. Tak lupa ada pula caping yang menjadi representasi kalangan petani di Dieng. Tapi intinya biar nggak kepanasan aja sih.

Ritual pencukuran ini ada beberapa tahapan. Tahapan pertama adalah kirab. Tahapan kedua adalah jamasan rambut gimbal. Jamasan itu bisa diartikan keramas. Jadi sebelum dicukur ya dikeramasin dulu biar bersih. Lalu anak-anak tersebut dibawa ke Candi Arjuna untuk dicukur rambutnya.

Total anak yang dicukur adalah 11 anak berambut gimbal. Kebanyakan usia 4-7 tahunan
anak gimbal dicukur via www.sociotraveler.com

Tahun ini ada 11 anak yang dicukur rambutnya. Mereka dibawa oleh orang tuanya dan bergantian dipanggil namanya untuk dicukur oleh otoritas adat terkait. Setelah dicukur, rambut gimbalnya akan hilang dan tidak akan tumbuh gimbal lagi. Namun, si anak boleh mengajukan syarat atau permintaan ketika rambutnya akan dipotong. Tahun ini permintaannya unik-unik sih.

Anak-anak tersebut permintaannya lucu, mulai dari uang 4 ribu sampai permintaan nggak masuk akal, kentut ibunya yang dimasukkan ke dalam plastik!
permintaan yang lucu via twitter.com

Setiap tahun, selalu saja ada permintaan yang unik. Tahun ini sih beberapa anak meminta barang yang sudah sangat familiar seperti kambing, sepeda berwarna pink, handphone atau uang 4 juta rupiah. Namun ada pula yang mintanya cuma es krim berwarna coklat, ataupun uang yang nominalnya 4 ribu rupiah saja. Tapi yang paling unik sih permintaan Dinda Syifa Ramadhani dari Wonosobo. Dia meminta 1 butir telur puyuh dan kentut ibunya dimasukkan ke dalam plastik? Apa faedahnya cuma kentut di dalam plastik? Pertanyaannya, masukinnya gimana lho? Unik memang anak-anak bajang ini.

Kami pun kemudian berfoto dengan anak berambut gimbal yang kini sudah tak gimbal lagi. Mereka pun ramah terhadap peserta yang ingin minta foto
si anak meminta 4 ribu buat jajan via www.sociotraveler.com

Setelah ritual berlangsung, aneka sajian makanan seperti ketupat dan hasil bumi yang digunakan dalam ritual kemudian dibagikan kepada pengunjung. Konon, makanan yang ada di ritual itu adalah wujud syukur kepada Tuhan dan untuk itu diharapkan ada keberkahan darinya.

Acara selesai pukul 12.00 WIB dan secara resmi acara Dieng Culture Festival berakhir. Sampai jumpa tahun depan, dengan segala kenangan yang berbalut kerinduan. [*]

TerPopuler

Loading...