"Tentang Strategi Prabowo Subianto"
Loading...

"Tentang Strategi Prabowo Subianto"

12 Agustus 2019,
loading...

Oleh Soemantri Hassan (Pemerhati Kebijakan Publik)

KOLOM PEMBACA, SriwijayaAktual.com - Dalam suasana pekik takbir kutulis tembang ini. Dalam desis dan kegenitan sang nyamuk wara wiri. Akibat kemarau panjang. 

Hanya semilir angin yang mampu menghalau genitas nyamuk. Selain angin, kita pun butuh asap. Tak ada api maka tak ada asap.

Orang kota di larang menabun.Karena Tetangga marah. Hanya pada saat sunyi di perkampungan, di pegunungan dan pinggiran pantai kita bebas menabun dan bahkan membuat api unggun.

Dalam bayang bayang genitas nyamuk, saya berpikir strategi Prabowo. Saya tak biasa merenung. Merenung hanya buat pemurung.

Baiknya Aku berpikir dalam alunan lagu Rolling Stone, bergerak tak hanya otak. Seluruh badan bergerak bersaing sehat dengan sang nyamuk.

Strategi Prabowo bagi yang berpikir tentu sepakat ini gebrakan luar biasa. Do the right thing memang butuh dua hal sekaligus keberanian dan kecerdasan.

Keberanian melawan tantangan bahkan ancaman karena berbeda dengan pendapat umum. Kecerdasan terkait melihat peluang dan keterbatasan diri.

Ribut ribut MRT, dan diplomasi nasi goreng serta peristiwa di Bali sebetulnya hanya gimmick untuk memahami strategi seorang Jendral perang. Terlalu rendah gimmick dijadikan dasar analisa strategi.

Lalu apa akal kita? Mulailah banyak membaca cara menghalau nyamuk di musim kemarau panjang. Pelajari tahapan menghalau nyamuk. Bukan sibuk dengan genitas nyamuk.

Karena gak ada yang baru di bawah matahari ini. Pun ilmu pengetahuan. Strategi pun bisa dipelajari dan  dipahami dengan melakukan audit. Kalau kata Prof Andre Harjana bisa dilakukan Audit Komunikasi.

Karena tak ada api jika tak ada asap. Tak ada asap maka nyamuk bebas berkeliaran. Asap rokok tak mampu menghalau. Mulailah terbiasa menyaring apa yang dikatakan bukan apa yang dikatakan. 

Kata kata hanyalah deretan huruf sebatas kosa kata dan kalimat. Tapi orang yang mengatakan yang sebetulnya mempunyai makna. 

Baca Juga: Strategi sang Jenderal ini Semakin Mantap!

Siapa yang memulai wacana residu residuan, poros porosan bisa diukur dengan pendekatan audit komunikasi. Maka buat para tokoh dan pengambil keputusan mulailah hati hati berujar. 

Biasanya nyamuk hadir di jarak yang paling terdekat sekadar mengganggu. Dan bisa membawa penyakit runtuhnya kinerja organisasi. [tsc]

TerPopuler

Loading...