Kabut Asap di Riau Semakin Tebal Mencekat, Warga Dihimbau Jangan Banyak Aktivitas Diluar
Loading...

Kabut Asap di Riau Semakin Tebal Mencekat, Warga Dihimbau Jangan Banyak Aktivitas Diluar

Friday, September 13, 2019, Friday, September 13, 2019
loading...

Kabut Asap Tebal di Riau, Masyarakat Diimbau untuk Gunakan Masker dan Kurangi Aktivitas di Luar

PEKANBARU-RIAU, SriwijayaAktual.com - Kabut asap yang semakin menebal mulai menganggu aktivitas masyarakat Kota Pekanbaru, Riau.

Kondisi kabut asap yang tebal itu mulai membahayakan kesehatan masyarakat, hingga pemerintah mengimbau untuk selalu kenakan masker.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Jumat (13/9/2019), kabut asap itu membuat jarak pandang di Pekanbaru hanya mencapai 800 meter.

Berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), kondisi kabut asap tersebut sudah dalam level yang tidak sehat.

Paparan asap yang tebal ini memaksa masyarakat untuk selalu menggunakan masker, saat beraktivitas di luar ruangan.

Banyak warga yang mengeluhkan kondisi asap yang semakin menebal setiap harinya.
Bahkan banyak warga mulai terjangkit sesak nafas akibat kabut asap yang semakin menebal.

Seorang warga bernama Wati (46) warga Jalan Kereta Api, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, mengaku selalu sesak nafas semenjak kabut asap semakin menebal.
"Asap ini menyesakkan. Kalau dihirup dada terasa sakit," ucap Wati, Kamis (12/9/2019).

Wati juga mengakui bahwa kondisi kabut asap semakin parah sedari hari Selasa (10/9/2019).
"Tiga hari ini parah sekali asapnya. Saya kalau keluar pakai masker. Kalau tidak makin parah sesak napasnya," ucap Wati.

Sedangkan di Kabupaten Kampar yang bersampingan dengan Kota Pekanbaru juga mengalami hal serupa.

Dikutip TribunWow.com dari TribunPekanbaru.com, Jumat (13/9/2019), kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Kampar sama berbahayanya dengan Kota Pekanbaru.

Bahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kampar menyatakan, bahwa kualitas udara sudah sampai pada kategori bahaya.

Kepala DLH, ALiman Makmur menghimbau seluruh masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.
Ia juga meminta masyarakat untuk selalu menggunakan masker saat berpergian.

Dalam rangka meminimalisir dampak dari kabut asap yang semakin menebal, DLH membagikan masker gratis kepada masyarakat.

Tidak hanya DLH, Dinas Kesahatan (Dinkes) Kabupaten Kampar juga sudah melakukan hal serupa.
Pihak Dinkes Kabupaten Kampar membagikan masker gratis secara langsung ke masyrakat atau pun melalu puskesmas.

"Masyarakat juga kita imbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah," ucap Plt Kadiskes Kabupaten Kampar, Dedi Sambudi yang dilasir dari TribunPekanbaru.com, Kamis (12/9/2019).

Kabut asap yang menyebar di Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru merupakan efek dari adanya kabakaran hutan dan lahan (Kerhutala) di Kecematan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau.
Lahan yang terbakar merupakan lahan kosong yang luasnya mencapai 5 hektar.

Bahkan menurut kepala Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, Adi Chandra Lukita menjelaskan perbandingan luas area yang terbakar kini dengan kebakaran sebelumnya.

"Kebakaran yang terjadi hari ini meluas daerahnya dibanding kejadian kebakaran yang terjadi sebelumnya," ucap Adi Chandra Lukita.
Kebakaran lahan kali ini terjadi di dua lokasi dan merupakan tempat dengan kondisi yang sulit mendapatkan air.

"Untuk di lokasi sebelah Perumahan Marwah Sejahtera Rimbo Panjang kita dalam aksi pemadaman kebakaran ini cuma bisa mengandalkan air dari mobil pemadam kebakaran," ucap Adi Chandra Lukita.[tn]

TerPopuler

Loading...