BANGSAT!!? Gadis 16 Tahun Digantung Kades Dan Ikut Disiksa Warga, Ibu Kandungnya Hanya Bisa Menangis
Loading...

BANGSAT!!? Gadis 16 Tahun Digantung Kades Dan Ikut Disiksa Warga, Ibu Kandungnya Hanya Bisa Menangis

29 October 2019,
Loading...
loading...

MALAKA-NTT, SriwijayaAktual.com - Jagat maya Nusa Tenggara Timur dihebohkan dengan beredarnya foto dan video persekusi seorang ABG berusia 16 tahun, di Desa Babulu Selatan, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Ironisnya, persekusi ini dipimpin oleh kepala desa setempat, Paulus Lau yang dibantu oleh beberapa warga dan disaksikan masyarakat.

Gadis malang ini diketahui berinisial NB. Ia dituduh mencuri cincin milik warga desa tetangga. Dalam video maupun foto yang beredar, NB disiksa dengan cara kedua tangannya diikat dan didudukan di atas kursi plastik, lalu dipukul serta digantung pada regel polindes di Dusun Beitahu.

Selain itu, korban yang tak berdaya lalu ditinju oleh seorang pria bertubuh kekar. Tindakan main hakim sendiri ini juga disaksikan oleh para keluarga korban, yang akhirnya melaporkan kejadian ini di Polsek Kobalima.

Menurut Son, keponakannya (NB) disiksa karena terus membantah telah mencuri cincin emas milik salah seorang warga.

“Kami sudah lapor polisi dan minta agar proses para pelaku. Kami keluarga besar tidak terima perlakukan ini dan tidak setuju untuk damai. Siapapun pelaku harus diproses hukum," tegas Son.

"Kami tidak setuju karena kepala desa yang gantung. Kalau memang ada barang bukti, sebagai kepala wilayah proses hukum jangan main hakim sendiri,” kata Son menambahkan.

Son mengatakan, kasus penganiayaan itu terjadi pada 16 Oktober 2019 lalu. Penganiayaan itu disaksikan langsung oleh ibu kandung Noviana.Tak berdaya Ibu NB hanya bisa menangis.

"Sedangkan ayah kandung korban saat ini sedang merantau ke Kalimantan.  "Kami sudah serahkan ke polisi dan kami berharap kasus ini segera diproses hingga tuntas," ujarnya Son.

Kapolsek Kobalima AKP Marthen Pelokila kepada merdeka.com melalui sambungan telepon mengaku, pihaknya telah menerima laporan dari keluarga sejak Kamis (24/10/2019). Sejumlah saksi sedang dimintai keterangannya oleh penyidik.

"Keluarga dan korban sudah datang dari hari Kamis dan sementara kita dengar keterangan dari para saksi. Korban dan banyak saksi yang diperiksa dan sementara pemberkasan," katanya.

Menurut Marthen, jika para saksi sudah dimintai keterangan, polisi akan menetapkan tersangka.

"Terkait terlibat kepala desa setempat, nanti kita sampai di situ karena kita periksa saksi-saksi secara lengkap, nanti menentukan siapa-siapa pasti semua dapat. Kita akan profesional karena bukan kepala desanya, tetapi pribadi dia dan kita akan periksa juga," tegasnya.

Aksi tak terpuji ini pertama kali dibagikan oleh akun bernama Phutra Mountain, yang akhirnya viral di facebook karena terus dibagikan dengan berbagai komentar oleh netizen. [**]

TerPopuler