Sejarah Masjid Agung di Vatikan yang Sempat Ditentang oleh Mussolini
Loading...

Sejarah Masjid Agung di Vatikan yang Sempat Ditentang oleh Mussolini

18 October 2019,
Loading...
loading...
Masjid Raya Roma di Vatikan (Foto: Dokumen Kementerian Agama)

SriwijayaAktual.com - Masjid Raya Roma di Vatikan, di sini lah pada 4 Oktober 2019 dua pekan lalu Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin menunaikan sholat Jumat. Kebetulan saat itu, Lukman tengah mengadakan kunjungan kerja ke Roma, Italia.

Seperti apa sejarahnya ada masjid di Vatikan?
Dalam sejarahnya, perlu waktu yang panjang hingga berdirinya masjid di Vatikan. Benito Amilcare Andrea Mussolini, Perdana Menteri Italia yang berkuasa dalam periode 1922-1943 sempat menentang pembangunan masjid di kota yang mayoritas beragama Katolik tersebut. "Tak kan ada Masjid di Roma, selama tak ada Gereja di Mekkah," kata Mussolini seperti dikutip dari laman Kementerian Agama, kemenag.go.id.

Namun, 50 tahun setelah kematian Mussolini, rencana pembangunan masjid di Vatikan terwujud. Pada tahun 1974 sebanyak 23 negara mayoritas Islam Aljazair, Arab Saudi, Bahrain, Bangladesh, Brunei Darussalam, Indonesia, Irak, Kuwait, Libya, Malaysia, Maroko, Mauritania, Mesir, Oman, Pakistan, Qatar, Senegal, Sudan, Tunisia, Turki, Uni Emirat Arab, Yaman, dan Yordania bekerjasama membangun masjid Vatikan.

Raja Faisal dari Arab Saudi ikut melakukan komunikasi dengan Presiden Italia Giovanni Leone (1971-1978) untuk pembangunan masjid ini. Dewan Kota Roma kemudian memberikan lahan seluas 30 ribu meter persegi, tepatnya di kaki Monte Parioli (Bukit Parioli) di kawasan Acqua Acetosa yang sekaligus berfungsi sebagai Pusat Kebudayaan Islam Italia.

Pada tahun 1975 pembangunan masjid Vatikan di mulai. Bangunan masjid didesain empat orang arsitek yakni: Paolo Portoghesi, Vittorio Gigliotti, Sami Mousawi, dan Nino Tozzo, dengan gaya perpaduan Romawi dan Islam. Bangunan masjid nampak megah. memasuki ruang utama masjid, jamaah akan melewati selasar sepanjang 15 meter dari tangga yang menghubungkan bagian luar dan dalam.

Melalui tangga dengan tinggi kurang lebih 2,5 meter itu akan dirasakan detail kemegahan bangunan-bangunan Romawi kuno dengan 16 kubah dan kubah besar di tengah. Bagian atas kubah besar itu dihiasi dengan bulan sabit. Tinggi menara masjid ini sekitar 40 meter yang berbentuk pohon palem. Masjid Raya Roma di Vatikan begitu megah.

Masjid Roma di Vatikan adalah masjid terbesar di Eropa. Masjid ini dapat menampung sekitar 12ribu umat. Umat Muslim di Italia sebagian besar berasal dari Maroko, Albania, Senegal, Mesir, Tunisia, Aljazair, Indonesia, dan Italia, "Sebagian besar Imam Masjid berasal dari Al-Azhar Mesir," kata Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin.

Dikutip dari CNNIndonesia.com jumlah pemeluk Islam di Italia tidak sebanyak di London, Belanda, Jerman, Swedia atau Rusia. Total umat Muslim di Italia sekitar 1,5 juta orang. Mereka kebanyakan pendatang dari negara Islam, seperti Mesir, Maroko, Tunisia, Bangladesh, Pakistan, dan negara lain di Afrika. Penduduk asli Italia yang menganut agama Islam jumlahnya lebih kecil lagi, sekitar 100 ribu orang. (erd/lus/detik)

TerPopuler