[VIDEO] ASB Gruduk Kejati Sumsel: Usut Tuntas Puluhan Kasus KKN di Kabupaten Muratara
Loading...

[VIDEO] ASB Gruduk Kejati Sumsel: Usut Tuntas Puluhan Kasus KKN di Kabupaten Muratara

31 October 2019,
Loading...
loading...

PALEMBANG-SUMSEL, SriwijayaAktual.com  -  Puluhan Aktivis di Kota Palembang yang tergabung pada Aktivis Sumsel Bersatu (ASB), gruduk aksi unjuk rasa ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis, (31/10/2019) pagi. Aksi unjuk rasa ini menuntut agar Kejati mengusut tuntas 20 kasus korupsi yang terjadi di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Atas dugaan banyaknya kasus Korupsi di Sumatera Selatan ini, menjadi suatu keprihatinan potret pembangunan di Sumsel. Indikasi meraknya kasus dugaan korupsi ini dapat dilihat dari pembangunan daerah, serta isu korupsi di media cetak Sumsel.

“Indikasi yang sama kami temukan di pemerintahan Kabupaten Muratara dan hasil investigasi dilapangan dab media publik banyak temuan indikasi korupsi,” kata Johanes, Kordinator Lapangan kepada awak media.

Dilanjutkannya, Kolusi dan Nepotisme bahkan terkesan tidak berjalannya kasus korupsi tersebut. Dan catatan dugaan kasus atau perkara yang ditemukan di Muratara, yakni. Kegiatan STQ, Mark up dana makan minum senilai 54 miliar, Mark up dan kue DPRD senilai 14 miliar, fee proyek satu pintu, AKP (di Kejati), Tender PU Muratara, Proyek irigasi (Di tangani Kejari), Lelang Jabatan Sekda 1 dan 2, Bagi-bagi lahan untuk perkebunan tebu, Dana bagi hasil perusahaan minyak dan tambang.

Proyek jalan kecamatan Rawas Ilir, Proyek gapura perbatasan, Proyek gedung rumah sakit, Dana Humas Muratara, KKN jabatan kepala dinas dan PPTK, Proyek pengadaan alat kesehatan, Pembangunan Puskesmas tugu perbatasan, Gedung-gedung farmasi, Pembangunan gedung bersalin RSUD di kecamatan Rupit, dan pembangunan jembatan Tingkip.

Selain itu, dalam orasinya Koorlap ,Sukma Hidayat menambahkanbahwa banyaknya dugaaan kasus korupsi di sumatera selatan yang berkesan di biarkan oleh Aparat penegak hukum yang menangani masalah kasus KKN yang diduga terjadi di Pemerintah kabupaten Musi Rawas Utara ,sehingga terjadinya dugaan kasus KKN Ungkapnya.

"“Untuk itu kami mendesak pihak Kejati Sumsel, untuk segera melakukan audit dan penyelidikan atas indikasi penyimpangan pelanggaran dan indikasi KKN diatas, sehingga dapat menemukan Ril jumlah kerugian Negara,” tutupnya

Sementara itu pengunjukrasa diterima oleh Kasi Penkum Kejati Sumsel Khaidirman mengatakan memberikan apresiasinya kepada pengunjukrasa dalam menyampaikan aspirasinya. "Hal itu juga merupakan salah satu bentuk kepercayaan kepada Kejati Sumsel dalam menegakkan hukum.

Untuk terkait aspirasi tuntutan pengunjukrasa, Kejati Sumsel akan intensif melanjutkan penyelidikan atau proses hukumnya dan meminta kepada pengunjukrasa untuk optimis dan  percayakan prosesnya sebagaimana  aturan  hukum yang berlaku."Tandasnya. [ril/red*]

Silahkan simak video pendek dalam aksinya dibawah ini; 


TerPopuler