Viral, Curhat Gadis Cantik Tanpa Kaki Dilarang Masuk ke Kantor Pemerintah Karena Tak Pakai Celana Panjang
Loading...

Viral, Curhat Gadis Cantik Tanpa Kaki Dilarang Masuk ke Kantor Pemerintah Karena Tak Pakai Celana Panjang

31 October 2019,
Loading...
loading...
Tak pakai celana panjang, Nancy dilarang masuk kantor pemerintah. [Facebook Nancy Boroc]

SriwijayaAktual.com - Seorang wanita tak diperkenankan masuk ke dalam kantor pemerintahan karena memakai celana pendek, padahal ia seorang penyandang cacat yang hanya bisa mengenakan celana pendek..

Melansir Coconut Manila, Jumat (9/8/2019), Nancy Boroc (27) membagikan kisahnya melalui media sosial pada Selasa, hari yang sama ketika peristiwa itu terjadi.

Kejadian yang kurang mengenakkan bagi Nancy itu terjadi di kota kelahirannya di Calbayog, Samar, filipina

Dalam postingannya, Nancy mengisahkan bahwa ia pergi ke kantor Biro Penghasilan Internal (BIR) di Calbayog untuk menyerahkan dokumen pada saudara perempuannya.

Namun sebelum ia dan pacarnya bisa masuk, mereka dihentikan oleh seorang penjaga keamanan.
Penjaga itu mengatakan pada Nancy bahwa orang-orang yang memakai celana pendek tidak diizinkan masuk karena memorandum baru.

Mendengar itu, Nancy bertanya apakah itu berlaku bagi penyandang cacat.
Nancy memang dilahirkan tanpa kaki dan pilihan pakaian untuk kondisi disabilitas bawaannya adalah celana pendek.
"Bahkan aku (seorang penyandang cacat)?" tanya Nancy.

Penjaga itu mengatakan peraturan juga berlaku bagi penyandang cacat yang tentunya membuat Nancy kecewa mendengarnya.
"Ya, kamu tidak diperbolehkan berada di dalam, bahkan jika kamu memakai sepatu," jawab penjaga."

"Mengenai pengalamannya ini, Nancy menuangkan kekesalannya dan ia tak mengerti dengan peraturan tersebut."

"Dia tahu saya tidak memiliki kaki dan saya hanya bisa mengenakan celana pendek karena saya seorang penyandang cacat."

"Bagaimana saya bisa memakai celana panjang? Apa yang tidak bisa mereka pahami?" tulisnya dalam postingan Facebook.


Dilaporkan Coconut Manila, Nancy mengatakan bahkan penjaga keamanan itu tidak berniat membantunya.

“Ketika kami pergi ke sana dan dia tidak mengizinkan kami masuk, kami tidak dapat meminta bantuan dari karyawan lain."

"Jadi kami pulang dulu dan kemudian kembali ke kantor BIR sekitar jam 1 siang untuk mencoba keberuntungan kami lagi."

"Ketika kami kembali pada sore hari, penjaga yang sama (yang melarang kami masuk) mengizinkan kami untuk masuk,” jelasnya.

Bingung oleh perubahan hatinya, Nancy bahkan lebih bingung ketika dia masuk untuk menemukan beberapa orang di dalam mengenakan celana pendek dan sandal.

Sementara pengalaman itu membuat frustrasi, dia memilih untuk tidak mengajukan keluhan resmi pada pihak BIR.

Postingan Nancy mengenai insiden itu menjadi viral, namun kantor di Calbayog itu belum menjangkau dia.
Nomor yang terdaftar untuk BIR di situs web mereka tampaknya terputus.
"Benar-benar tidak ada yang bisa saya lakukan," katanya.

“Tetapi saya menulis tentang pengalaman saya untuk meningkatkan kesadaran tentang apa yang harus dialami oleh para penyandang cacat (penyandang disabilitas).”

Melihat postingan Nancy, beberapa orang berkomentar meski aturannya baik, tapi harus dipertimbangkan untuk siapa saja itu diberlakukan.

Mereka berpendapat seharusnya penyandang cacat seperti Nancy yang jelas-jelas memang hanya bisa memakai celana pendek dibebaskan dari aturan itu. [**]

TerPopuler