woOW!! 'Nenek 77 Tahun Cetak Rekor MURI Sebagai Sarjana Tertua'
Loading...

woOW!! 'Nenek 77 Tahun Cetak Rekor MURI Sebagai Sarjana Tertua'

15 October 2019,
Loading...
loading...
Diana Patricia Pasaribu Hasibuan

SriwijayaAktual.com - Usia bukan penghalang seseorang dalam menimba ilmu, siapa saja bisa menutut ilmu setinggi mungkin dimanapun dan kapanpun tergantung dari diri sendiri. Hal inilah yang berhasil dilakukan oleh seorang wanita paruh baya asal Sumatera Utara, Diana Patricia Pasaribu Hasibuan. Di usianya yang sudah senja ia mampu mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. Nenek Diana sukses meraih gelar Sarjana Filsafat pada usia 69 tahun, lalu di usia ke-73 tahun ia menyelesaikan program Master Teologi, dan di usia ke-77 tahun Diana lulus dengan gelar Doktor dari Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia (STTBI).

Prestasi tersebutlah yang membawa nama Diana masuk ke dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai "Wanita Sarjana Strata 3 Tertua". Sebelumnya Diana juga mendapatkan dua piagam dari MURI sebagai ''Wanita Sarjana Strata 1 Tertua'' usia 69 tahun dan ''Wanita Sarjana Strata 2 Tertua'' usia 73 tahun. Penghargaan luar biasa ini diserahkan kepada Diana pada tahun 2012 silam oleh Senior Manager Muri, Paulus Pangka. Sangat membanggakan bukan? Tentu saja, namun penghargaan tersebut didapat penuh dengan perjuangan seorang nenek Diana.
sindonews.com

Di usia tersebut ia harus bisa beradaptasi dengan berbagai hal, mulai dari lingkungan hingga materi dalam perkuliahannya. Tentu tidak mudah, namun keinginan yang tinggi di dirinya membuat Diana mampu melalui segala hal dalam waktu singkat. Diana mengaku semua materi disertasi untuk kelulusan Doktornya adalah karya sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain baik sebagian atau seluruhnya. Dia bercerita, ia pernah membuat disertasi dengan laptop, namun karena tidak familiar menggunakannya ketikan tersebut hilang sebanyak 24 halaman. Diana tidak patah semangat, akhirnya ia lanjut menggunakan mesin ketik untuk menyelesaikan disertasinya berjumlah 323 halaman itu.

Selama masa perkuliahan, Diana pun bercerita dalam acara talkshow 'Kick Andy' tentang sedikit cek-coknya dengan sang suami, Mangantar Cornelius Hasibuan. "Saya disuruh naik angkot dan menunjukkan kartu mahasiswa supaya ongkos pulangnya tidak disamakan seperti penumpang umum lainnya,'' kata Diana. Namun ketika dirinya turun dan membayar ongkos angkutan sebanyak Rp 500, kondektur angkot justru marah-marah meskipun dia sudah menunjukkan kartu mahasiswa. Sepulangnya ke rumah, Diana protes kepada sang suami karena saran yang diberikan membuatnya bertengkar dengan kondektur angkot.

Kini, wanita kelahiran Laguboti, Tapanuli Utara tersebut berprofesi sebagai seorang dosen di salah satu Universtias mengajar dua mata kuliah, yaitu "Pengantar Perjanjian Lama" dan "Filsafat Pendidikan". Sangat menginspirasi bukan?. [*]

TerPopuler