Bea Cukai Palembang Sita Ribuan Botol Miras Oplosan serta Pabrik Ilegalnya
Loading...

Bea Cukai Palembang Sita Ribuan Botol Miras Oplosan serta Pabrik Ilegalnya

27 November 2019,
Loading...
loading...



PALEMBANG, SriwijayaAktual.com - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kantor Wilayah Sumatera Bagian Timur menyita 1.100 botol miras oplosan palsu merk Mansion House tanpa pita cukai, mesin pengemas untuk memasang tutup botol sebanyak 1 buah, 5 drum yang masing - masing berisi 200 Liter Alkohol dan barang dan barang lainnya yang digunakan untuk memproduksi Miras illegal tersebut dari pabrik ilegal di Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. 

"Selain miras illegal, pihaknya juga turut menyita Barang Elektronik berupa Hanphone merk Xiaomi sebanyak 5709 pcs, Laptop merk Asus dan Lenovo sebanyak 328 pcs, serta Tab merk Samsung sebanyak 40 pcs. 

Kepala Kantor Wilayah DJBC wilayah Sumatera Bagian Timur Dwijo Muryono mengatakan penindakan ini berhasil dilakukan berkat informasi masyarakat. Potensi Kerugian Negara yang timbul terkait miras oplosan tersebut atas tidak terpungutnya Bea masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor terhadap barang tersebut sebesar 1,2 Milyar, begitu pula dengan Barang Elektronik Hanphone, Laptop serta Tab mengakibatkan kerugian negara sebesar 200 juta."Katanya  Di Kota Palembang, Rabu ( 27/11/2019 ).

Selain barang bukti, petugas juga turut mengamankan 5 ( Lima) orang pelaku yaitu AM ( pemilik dan distributor barang), JL ( koki), dan ketiga pekerja berinisial LC, S dan NS. Semua barang bukti dan para pelaku dibawa kekantor Beacukai Palembang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Lanjutnya" Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah tentang masalah jiwa masyarakat kita, karna sudah banyak sekali yang menjadi korban dari minuman oplosan tersebut. Sampai saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan, karna diduga melanggar Undang- undang cukai Nomor 39 Tahun 2007 pasal 50 dan 54." Tegasnya.

" Tambanhya Dwijo, terkait  Miras oplosan telah kita amankan 5 orang, dan yang sudah dalam proses pendalaman sebanyak 2 orang dan tidak menutup kemungkinan akan terjadi pengembangan berikutnya. Begitu pula kasus Elektronik ( Handphone, Laptop dan Tab) Bersama barang bukti tersebut, tersangka dijerat dengan Undang- undang Kepabeanan Nomer 17 tahun 2006 pasal 103 dan 104 dengan ancaman maksimal 8 tahun penjara dan denda paling banyak 5 Milyar, " Tandasnya. (Andre)

TerPopuler