Musda IWAPI Provinsi Sumsel ke IX
Loading...

Musda IWAPI Provinsi Sumsel ke IX

26 November 2019,
Loading...
loading...


PALEMBANG, SriwijayaAktual.com - Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Ke- IX dengan bertema:  ‘Memberdayakan perempuan UMKM 4.0 untuk berdaya saing, mewujudkan pembangunan ekonomi berkeadilan dan berkelanjutan’, di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Selasa (26/11/2019),  yang dihadiri:  Gubernur Sumsel H Herman Deru Yang diwakili oleh Plt Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel, Iwan Gunawan, Ketua umum DPP IWAPI Dyah Anita Prihapsar,  Ketua IWAPI Sumsel Yusniar Hasni dan diikuti pengurus IWAPI se_Provinsi Sumsel.

Dalam sambutan Ketua umum DPP IWAPI Dyah Anita Prihapsari mengatakan, IWAPI saat ini tepat  memasuki usia yang  ke-40 tahun.

Meminta dan berharap  melalui MusdaIWAPI Sumsel  Ke XI ini bisa melahirkan pemimpin sesuai kriteria tiga O, yakni otak, ongkos dan otot.

“Mengapa mengambil tiga O itu, karena pemimpin harus bisa mempunyai pemikiran berintegritas, memiliki ekonomi yang stabil serta kekuatan dalam menjalankan organisasi IWAPI ini sehingga dapat bersinergi dalam semua lapisan untuk mengembangkan sayap sayap yang ada,” Tandasnya.

Selain itu, Ketua IWAPI Sumsel Yusniar Hasni menambahkan bahwa selama kepemimpinannya telah terbentuk 14 DPC yang telah ada di Kabupaten/Kota di Sumsel.

“Saya ucapkan ribuan terimakasih kepada pengurus yang telah membantu dalam menjadi organisasi IWAPI ini sehingga terbentuk 14 cabang didaerah, semoga terpilihnya pemimpin baru bisa meneruskan program yang ada dengan mengembangkan sayap yang belum terbentuknya DPC,” terangnya.

Sementara itu, Dalam sambutan sekaligus membuka Musda secara resmi, Gubernur Sumsel H Herman Deru yang diwakilkan oleh Plt Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel, Iwan Gunawan mengatakan memberikan  apresiasi IWAPI. Dengan adanya organisasi perempuan bisa meningkatkan peran dalam pembangunan khusus di bidang kewirausahaan.

“Pasalnya peran wanita semuanya dibutuhkan. Contoh di DPR, itu dibutuhkan kuota perempuan 10-20 persen,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan, bahwa IWAPI tidak bisa lari dari teknologi dengan menyesuaikan era digital 4.0 sekarang ini.

“Artinya IWAPI harus mengupgrade mengikuti perkembangan yang ada, bisa dengan membuka website menjual dengan lewat online tetapi tidak meninggalkan produk-produk dalam negeri seperti dipalembang ada songket, jumputan, kuliner dan kerajinan tangan lainnya,” ungkapnya.

Iwan berharap, kedepan IWAPI dapat menginisiasi serta mendorong usaha ukm-ukm dan berkerja sama dengan pihak pemerintah seperti dinas pariwisata, perindustrian dan perdagangan sehingga perekonomian terus meningkatkan khususnya di Sumsel.

“Kami akan siap, apapun organisasi kemasyarakatan yang ada di sumsel kita rangkul, asal organisasi tersebut memang benar-benar untuk membangun serta meningkatkan ekonomi kita,” harapnya.(Andre)

TerPopuler