Peristiwa 3 November: Kelahiran Sultan Turki dan Wafatnya Hamengkubuwono III
Loading...

Peristiwa 3 November: Kelahiran Sultan Turki dan Wafatnya Hamengkubuwono III

03 November 2019,
Loading...
loading...
Sultan Hamengkubuwono III. (Foto: Istimewa/Wikipedia)



SriwijayaAktual.com - BERBAGAI peristiwa yang terjadi di dalam negeri dan berbagai belahan dunia pada 3 November tercatat dalam sejarah. Mulai dari Osman II bin Sultan Ahmed I hingga perebutan Benten Victoria di Kota Ambon.

Berikut beberapa persitwa penting yang dikutip dari Wikipedia:

1604 – Kelahiran Sultan Turki, Osman II bin Sultan Ahmet I
Osman II naik tahta pada usia 14 tahun sebagai akibat kudeta terhadap pamandanya Mustafa I, walaupun masih muda, Osman II segera mencoba menampakkan diri sebagai penguasa, dan setelah mengamankan perbatasan timur khilafah dengan menandatangani perjanjian damai dengan Safavid, secara pribadi ia memimpin serangan atas Polandia selama Peperangan Jago-jago Moldova.

Dipaksa menandatangani perjanjian damai dengan Polandia setelah Pertempuran Chotin, yang nyatanya pengepungan dipertahankan oleh Jan Chodkiewicz antara September-Oktober 1621. 

Osman II kembali ke Istanbul dengan rasa malu, menyalahkan pasukan Yeniceri dan ketidakcukupan para negarawannya atas penghinaannya.

1814 - Wafatnya Sultan Yogyakarta, Hamengkubuwono III
Sri Sultan Hamengkubuwono III lahir di Yogyakarta, 20 Februari 1769 dan meninggal di Yogyakarta, 3 November 1814 pada umur 45 tahun. Beliau adalah raja Kesultanan Yogyakarta yang memerintah dalam dua periode, yaitu tahun 1810 – 1811 dan 1812 – 1814.

1945 - Maklumat 3 November
Maklumat yang mendorong pembentukan partai-partai politik sebagai bagian dari demokrasi, maklumat ini dikeluarkan untuk persiapan rencana penyelenggaraan pemilu 1946. Maklumat ini juga dapat disebut sebagai tonggak awal demokrasi Indonesia.

Maklumat ini juga melegitimasi partai politik yang telah terbentuk sebelumnya sejak zaman Belanda dan Jepang serta terus mendorong lahirnya partai politik baru, hanya saja dalam proses pemantapan demokrasi Indonesia yang baru lahir melalui rencana penyelenggaraan Pemilu 1946 itu tidak bisa diwujudkan, pasalnya bangsa Indonesia fokus pada perjuangan mempertahankan kemerdekaan akibat kedatangan pasukan militer Sekutu. Saat itu, pemilu bukan lagi prioritas. 

1950 - Perebutan Benteng Victoria di Kota Ambon
Benteng ini merupakan tempat di mana Pattimura dieksekusi. Pimpinan grup Letnan II Kolonel Slamet Riyadi gugur, tetapi seluruh kota dapat di kuasai Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS). Dengan jatuhnya kota Ambon, kekuatan pokok RMS berhasil dipatahkan.

1982 - Kebakaran di sebuah terewongan di Afganistan
Kebakaran terowongan Salang di menyebabkan 2.000 orang lebih tewas. (qlh/okezone)

TerPopuler