Perkembangan Tewasnya Mahasiswa Unitas Palembang, Rektor Beri Klarifikasi...
Loading...

Perkembangan Tewasnya Mahasiswa Unitas Palembang, Rektor Beri Klarifikasi...

04 November 2019,
Loading...
loading...

PALEMBANG, SriwijayaAktual.com - Pihak Universitas Tamansiswa (Unitas) Palembang mengklarifikasi kejadian yang menimpa Mahasiswa Tamansiswa yang bernama M Akbar dalam kegiatan Pradiksar .

Rektor Universitas Tamansiswa KI Drs Joko Siswanto MSI menerangkan terkait tentang berita yang beredar menyebutkan "Bahwa tersangka bukan dari Mahasiswa Tamansiswa, " Katanya Joko saat Konfrensi Pers yang digelar di Aula Fakultas Hukum Universitas Tamansiswa. jalan Tamansiswa No. 126., Senin (4/11/2019).

"Mahasiswa Tamansiswa adalah korban, sedangkan Panitia Diksar itu sendiri dari pihak Universitas lain, kejadian ini hendaknya dijadikan bahan evaluasi bagi organisasi Menwa agar tidak lagi terjadi tindak kekerasan apalagi sampai memakan korban, " ungkapnya.

Joko juga menerangkan "Universitas Tamansiswa dan Universitas lain yang mempunyai UKM ( Unit Kegiatan Mahasiswa )mendukung kegiatan ini, dari pihak kami sendiri mendukung dari kegiatan Resimen Mahasiswa ini karena kegiatan tersebut bertujuan membentuk Ketahanan Sipil dan Pertahanan Bangsa.

Sementara itu, Aswar Agus sebagai Dekan Fakultas Hukum menambahkan  "Sementara ini yang menjadi korban adalah Mahasiswa Fakultas Hukum jadi Fakultas Hukum Tamansiswa berserta Lembaga Bantuan Hukumnya akan terus mengawal kasus ini hingga proses pengadilan kedepan. 

Terlepas dari pada itu semua ada kemungkinan hal- hal lain dari pihak keluarga korban yang menuntut keadilan itu merupakan Hak dari keluarga korban itu sendiri, maka dari itu kita hormati saja proses hukumnya Insya Allah nanti akan kelihatan siapa yang akan di tetapkan sebagai tersangka serta untuk memperjelas Informasi atau Klarifikasi  berita yang kurang pas seperti pemberitaan yang beredar.

Untuk diketahui, bahwa saat ini tiga tersangka kasus tewasnya Muhammad Akbar saat mengikuti Pra-Diksar Resimen Mahasiswa (Menwa) di Ogan Ilir Sumatera Selatan sudah diamankan Polres OI.

Faseta (46) ibu kandung Akbar berharap agar ketiga tersangka mendapat hukuman setimpal dengan perbuatannya.

"Kalau bisa Hukuman mati. Bagaimana mereka memperlakukan anak saya, seperti itu juga hukuman yang harus mereka terima," tegasnya, Senin (4/11/2019) dikutip laman sripoku.

Diketahui, para tersangka berinisial R, IS dan KI. Ketiganya merupakan panitia Pra-Diksar yang berlangsung di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir.

Dimana, Akbar mahasiswa Universitas Taman Siswa (Unitas) Palembang tewas saat mengikuti program tersebut.

"Saya berharap polisi terus melakukan pengembangan kasus ini. Bukan hanya tiga tersangka itu saja, banyak orang yang sudah menyiksa anak saya," ujar Faseta.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli didampingi Dirkrimum Polda Sumsel Kombes Pol Yustan Alpiani membeberkan penyebab kematian Muhammad Akbar (19), mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Palembang beberapa waktu lalu. Ia tewas diduga akibat kekerasan yang terlihat dari pemeriksaan jasad korban.
"Seperti adanya resapan darah di dalam dada, adanya bekas resapan darah di kemaluan.

Kemudian di belakang, perut dan ada di kepala juga ada bekas tanda-tanda kekerasan," ujar Kombes Pol Yustan Alpiani, saat gelar perkara di Mapolres Ogan Ilir, Minggu (3/11/2019).

Untuk Diketahui juga, bahwa Akbar meninggal dunia saat mengikuti Pra-Diksar Menwa di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (17/10/2019) lalu.
"
Setelah beberapa hari sempat dimakamkan, jasad korban kembali divisum untuk memeriksa jasad korban lebih detail. Hasilnya, didapat tanda-tanda kekerasan di sekujur tubuh korban. Yakni adanya rembesan darah di dada, kemaluan, perut, di belakang dan kepala korban.  (Andre/red)

TerPopuler