Tidak Dapat Penuhi Gaya Hidup Istri, Seorang Satpam Bakar Diri Dengan Bensin
Loading...

Tidak Dapat Penuhi Gaya Hidup Istri, Seorang Satpam Bakar Diri Dengan Bensin

20 November 2019,
Loading...
loading...
Ilustrasi


JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Aksi seorang satpam yang nekat ingin mengakhiri hidupnya dengan cara membakar diri menjadi viral.

Aksi nekat seorang satpam sampai ingin bunuh diri dengan membakar dirinya sendiri itulantara gaya hidup sang istri dan mertua yang selangit.

Bekerja sebagai satpam, gajinya selalu habis untuk biaya mencicil angsuran mobil demi mengikuti gaya hidup tinggi istri dan mertuanya.

Aksi satpam yang nekat ingin bunuh diri dengan membakar diri itu terjadi di Cipayung, Jakarta Timur, Senin (18/11/2019).

HF (32) yang seharihari bekerja sebagai satpam itu pada pukul 00.30 WIB tibatiba saja menyiramkan 1 liter bensin ke sekujur tubuhnya.

Melansir dari Tribun Jakarta, HF nekat membakar dirinya lantaran stres menghadapi gaya hidup istri dan mertuanya

Gaji HF yang bekerja sebagai satpam rupanya dalam sebulan habis cuma untuk membayar cicilan mobil keluarga.

Akibat hal tersebut, sang istri telah menggugatnya untuk cerai.

“Karena masalah ekonomi juga, gaji dia (HF) habis untuk bayar cicilan mobil keluarga,” ucap Kanit Reskrim Polsek Cipayung, Iptu Esti Budi Setyanta.

Kendati demikian, nyawa HF terselamatkan karena pihak kepolisian dan warga berusaha memadamkan api di tubuh korban dengan kain.

Akibat aksi nekatnya, HF kini tengah menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati.

Saat sadarkan diri, HF akhirnya buka suara terkait aksinya yang nekat bunuh diri.

HF mengaku hal ini berawal saat ia berpisah ranjang dengan istrinya sekitar 2 bulan lalu
Sejak itu, HF kerap bertengkar dengan sang istri.

Luapan emosi HF akhirnya terjadi saat bertengkar pada Minggu (17/11/2019) malam.
Ia lantas nekat untuk menyiram 1 liter bensin seraya memegang korek api.

Istri HF yang panik kemudian menelpon Polsek Cipayung untuk menggagalkan aksi yang dilakukan HF.

“Anggota dapat telepon dari istrinya. Bahwa suaminya akan mengancam bakar diri, dan udah menyiapkan bensin, dipicu keributan rumah tangga,” ujarnya.

Upaya persuasif yang dilakukan polisi tak berhasil.
Ia pun nekat memantik korek api hingga menyebabkan sekujur tubuhnya terbakar.

Kanit Reskrim Polsek Cipayung Iptu Esti Budi Setyanta mengatakan rentetan masalah tersebut diduga berawal dari masalah ekonomi keluarga.

“Awalnya dari ekonomi, masalah ekonomi. Jadi gaya hidup istri dan keluarga mertuanya tinggi, high class lah. Kalau menurut keterangan korban seperti itu. Tapi istrinya ini kerja juga,” kata Budi di Mapolsek Cipayung, Jakarta Timur, Senin (18/11/2019).

Pasalnya saat memberi keterangan ke penyidik Unit Reskrim Polsek Cipayung, HF menyebut tak ada pria lain yang mendekati istrinya.

Budi menuturkan HF justru merasa mertuanya sebagai orang ketiga perusak rumah tangga karena dilarang menemui sang anak.
“Korban ini kredit mobil, sedangkan gaji dia sebagai Security cuman cukup buat bayar cicilan.

Keterangan dia selain jadi security dia nyambi kerjaan lain untuk kebutuhan makan,” ujarnya.

Namun kebenaran pernyataan HF belum dapat dipastikan karena SA dan orangtuanya belum memberikan keterangan kepada penyidik Polsek Cipayung.

Budi menyebut motif HF melakukan percobaan bunuh diri masih bersifat sepihak hingga SA dan orangtuanya memberi keterangan.

“Istrinya belum mau memberi keterangan, tapi nanti pasti kita panggil untuk memastikan motif korban bakar diri. Untuk sekarang keterangan yang kita dapat baru dari pihak suami,” tuturnya.

Keterangan sementara yang dikantongi penyidik dari HF yakni bahwa SA sudah melayangkan gugatan cerai dan sudah pisah ranjang sekitar dua bulan.

Sebelumnya juga , aksi bakar diri pengemudi (driver) ojek online Muhammad Hasan (37) menggegerkan warga Jalan Mahoni, Lagoa, Koja, Jakarta Utara pada Selasa (12/2/2019) malam.

Dalam Video detikdetik evakuasi driver ojek online tampak jenazah korban yang sudah terbungkus kantong kuning dibawa petugas dari dalam kamar mandi rumah orang tuanya di Jalan Mahoni Gang I, Blok E, RT 01/RW 01, Lagoa.

Aksi bakar diri pengemudi (driver) ojek online Muhammad Hasan (37) menggegerkan warga Jalan Mahoni, Lagoa, Koja, Jakarta Utara (Youtube)
Aksi bakar diri driver ojek online ini sempat membuat warga panik karena apinya yang cukup besar.
Beruntung kebakaran itu sudah bisa dipadamkan warga sebelum petugas pemadam dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara datang ke lokasi.

Kanit Reskrim Polsek Koja, Andry Suharto mengatakan korban diduga membakar dirinya sendiri lantaran depresi.
Namun, penyebab korban depresi hingga saat ini masih didalami.

Andry menuturkan, korban tewas setelah membakar dirinya sendiri di dalam kamar mandi dengan menggunakan bensin.

Sekitar jam 20.30 WIB malam ini, korban masuk ke dalam kamar mandinya tanpa diketahui orang rumah maupun tetangganya.

Korban ditemukan dalam kondisi telungkup di kamar mandi rumah orang tuanya itu.
Saat dievakuasi, korban tewas dengan luka bakar melepuh di bagian dada dan punggunya.

Sebelum bakar diri, Muhammad Hasan yang masih lajang ini berperilaku aneh selama beberapa hari terakhir.

Perilaku aneh korban belakangan disaksikan keluarga maupun tetangganya yang tinggal di Jalan Mahoni, Koja, Jakarta Utara.

Korban belakangan sering mengucapkan katakata aneh saat mengobrol bersama keluarga maupun tetangganya.

“Setiap korban ditanya, korban selalu menjawab ‘sedang naik pesawat sambil merokok’,” kata Andry di lokasi, Selasa (12/2/2019).

Saat ditemukan, kondisi tubuh korban terdapat luka bakar melepuh di bagian punggung dan dadanya. [*]

TerPopuler