Andi Arief Bongkar Skandal Jiwasraya, Perusahaan Erick Thohir Terseret
Loading...
loading...

Andi Arief Bongkar Skandal Jiwasraya, Perusahaan Erick Thohir Terseret

24 December 2019,
Banner Header


JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief membuat pernyataan mengejutkan.

Mantan Staf Khusus Presiden era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menyeret perusahaan Menteri BUMN Erick Thohir dalam skandal Jiwasraya yang merugikan negara Rp 13,7 triliun.

Menurut Andi Arief, skandal Jiwasraya tidak bisa diselesaikan dengan cara berdebat atau perang wacana. Sebab, kasus Jiwasraya menyangkut masalah hukum.

“Cara selesaikan jiwasrayagate ini bukan dg lomba debat. Ini soal di depan mata Pak Jokowi yg harus diselesaikan, bukan hal mudah, bukan perang wacana. Menyangkut hukum, uang nasabah, menyangkut uang negara nantinya. Meski muter2 solusinya, uang negara juga akan keluar, dari mana?,” kata Andi Arief di akun Twitternya, Senin malam (23/12/2019).


Andi Arief meminta skandal Jiwasraya diselesaikan dengan jujur, tidak mutar-mutar dan berpolitik.
Ia menyebut salah satu pelaku adalah staf Presiden. Bahkan, dia terang-terangan menyebut perusahaan Erick Thohir terlibat dalam skandal tersebut.

“Tak usah muter2 dan berpolitik dalam selesaikan kasus jiwasrayagate. Selesaikan dengan jujur,” katanya.

“Ada yg diduga pelaku yang ditarik jadi orang penting di staf Presiden. Menurut BPK Ada yg diduga perusahaan yg ditempatkan sahamnya oleh Jiwasraya, dan pemiliknya adalah Menteri BUMN,” tambah Andi Arief.

Andi Arief lantas membandingkan skandal Jiwasraya dengan kasus Bank Century. Menurutnya, menelusuri kasus Jiwasraya lebih gampang ketimbang Bank Century.

“Menelusuri perampokan Jiwasrayagate jauh lebih mudah ketimbang century, namun membailout jiwasraya bisa2 murni memakan dana APBN dengan PMN, kalau century bailoutnya kategori uang negara -iuran perbankan- lewat lembaga penjamin simpanan. Mau gak mau akan dibailout jiwasraya,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, perusahaan asuransi milik pemerintah, Jiwasraya sedang pesakitan.
Jiwasraya sudah mengumumkan tidak akan sanggup membayar polis nasabah produk JS Saving Plan yang mencapai Rp 12,4 triliun dan jatuh tempo mulai Oktober hingga Desember 2019.

Jaksa Agung ST Burhanudin juga menyebut ada kerugian yang dialami Jiwasraya mencapai lebih dari Rp 13,7 triliun.

"Artinya, kasus Jiwasraya merupakan skandal yang lebih besar ketimbang Bank Century yang merugikan negara Rp 7,4 triliun. [ps]
Loading...

TerPopuler

http://anti-adblock.adnow.com/aadbAdnow.php?ids=416798,417241,466794