*MENGAPA JOKOWI BISA JADI PRESIDEN?*
loading...

*MENGAPA JOKOWI BISA JADI PRESIDEN?*

Friday, December 20, 2019,
Banner Header




*MENGAPA JOKOWI BISA JADI PRESIDEN?*

Bacalah dengan cermat resume sederhana ini. Mudah-mudahan bisa menuntun Anda memahami realitas politik nasional saat ini.
Edited by:
Asta la Victoria Sempre

SriwijayaAktual.com - Dari _inside story_ Al-Jazeera serta media Islam dalam negeri antara 2010-2013, terlihat benang merah perjalanan Jokowi dari Walikota Solo - Gubernur DKI - hingga Presiden RI.

Syahdan sejak akhir 2004, secara bersamaan SBY menjadi Presiden RI sedang JKW menjadi Walikota Solo. Kala itu baru saja terjadi "hiruk pikuk" bom Bali I dan II dimana saat itu Presiden Megawati menolak permintaan AS untuk menangkap Abu Bakar Ba'asyir. Maka dengan manuver intelijen CIA (yaitu dengan strategi menguasai media dan sebar uang) akhir nya Megawati terguling dan digantikan SBY, tentunya SBY harus tunduk ke AS, diantara nya harus mau menangkap Abu Bakar Ba'asyir yang dianggap AS sebagai tokoh teroris, sekalipun kenyataan nya tidak. SBY dengan sigap menerima permintaan AS tersebut demi RI -1 yang di janjikan dukungan AS.

Maka sejak terpilihnya SBY, dimulailah operasi penangkapan Abu Bakar Ba'asyir sebagai target kepentingan AS - Yahudi untuk menghancurkan Islam. Nah disini lah SBY memberikan instruksi kepada Walikota Solo (baca : JKW) untuk membantu CIA dalam operasi tersebut (karena pemukiman Abu Bakar Ba'asyir, yaitu Pesantren AL-MUKMIN Kec. Ngruki, berada di Kabupaten Sukoharjo, yang berbatasan dengan Kota Solo). Singkat kata, operasi intelijen CIA dimulai dan bermarkas di Kota Solo ini, dengan pendampingan Walikota nya, tentunya.

Selama pelaksanaan missi AS melalui CIA itulah kemudian Walikota Solo ini dikenal oleh para pejabat AS antara lain Menlu Condoleeza Rice serta penggantinya Hillary Rodham Clinton, yang kedua nya sempat berkunjung ke Solo untuk meninjau pelaksanaan operasi CIA dalam rangka penangkapan Abu Bakar Ba'asyir. Saat itu AS sudah berpikir bahwa SBY (yang dianggap loyal terhadap AS) maksimum hanya bisa berkuasa dua periode sampai 2014 (mengingat Konstitusi RI). Sehingga AS harus mencari pengganti SBY pada akhir 2014 yang loyal. Penerus Penguasa RI tersebut, menurut survey intelijen AS, yang potensial ada dua yaitu Megawati dan Prabowo. Tetapi kedua nya tidak dikehendaki AS, mengingat Megawati anak Soekarno, sedang Prabowo pernah "mengganjal" Beny Murdani, Jenderal kesayangan AS.

Akhirnya AS lebih memilih Jokowi untuk di proyeksikan sebagai Presiden RI di akhir 2014. Dengan harapan tentu nya dibawah Jokowi semua kepentingan AS di Indonesia aman.

Maka mulai saat itu AS men-setting "road map" Jkw dari hanya sebagai Walikota, menuju RI 1. Dan saat itu AS menugaskan mantan Jenderal seperti Luhut Binsar Panjaitan dan Hendro Priyono mendampingi Walikota Solo ini dengan "modus" pura pura bekerja sama dalam bisnis meubel keluarga Jkw.

Dan selanjut nya untuk kepentingan mempopulerkan Sang Walikota Solo ini maka CIA membuat manuver se olah olah Walikota Solo ini, dalam kompetisi dunia, terbaik di dunia , dan masuk majalah Time serta media kelas dunia yang lain.

Di dalam negeri, CIA membayar Metro TV, Kompas, Tempo dll untuk mem-"blow up" Jokowi sehingga menjadi "Media Darling" dan populer di tengah masyarakat Indonesia. Diantara strateginya adalah membuat seolah-olah binaan Jkw di SMK Solo berhasil membuat mobil kemudian diberi nama mobil ESEMKA (padahal mobil tersebut bikinan Qing Guang Dong China) dan di blow up secara besar-besaran. Yang lain misal Jkw masuk gorong gorong dan di _shoot_ serta dibahas di koran dan TV sampai ber minggu-minggu.

Manuver yang disertai dengan "tebar uang besar-besaran" akhirnya berhasil mengorbitkan Jkw menjadi Gubernur DKI dan Presiden RI. Megawati pun tersingkir dengan "modus" Lembaga Survey (padahal Lembaga lembaga Survey itu adalah binaan dan dibayar oleh CIA) semua hanyalah sandiwara.

*Meskipun akhirnya Jokowi 'dibajak' oleh Megawati untuk lebih loyal dan berkiblat ke China. China kemudian memanfaatkan Jokowi sebagai ujung tombak untuk memenuhi target keberhasilan OBOR (One Belt One Road) dengan strategi "infrastruktur" dan pengerahan tenaga kerja China ke Indonesia. Namun keberhasilan Pilpres kemarin tidak lagi keberhasilan AS sebagaimana Pilpres 2014, tetapi AS dan RRC secara kompak menerapkan strategi Free Masonry, yakni penggabungan kekuatan Kapitalis dan Komunis) dengan dramaturgi seolah AS kontra China;* padahal sejatinya mereka memiliki satu tujuan dan satu agenda, yaitu: *"OCCUPY AND RULE INDONESIA"!*
https://www.facebook.com/search/posts/?q=mohandes%20haraky&epa=SERP_TAB

Bagaimana, faham sampai disini? Itulah sebabnya betapa rezim ini begitu benci terhadap Islam; bahkan berusaha menghancurkan setiap label Islam di seluruh Indonesia!

Jika demikian, lalu apa solusinya? Hanya ada satu jalan: *rapatkan shof dan barisan umat Islam di bawah satu Imamah, satu Komando, dan satu _Himmah: Iqomatud Dawlatul Khilafah 'ala Minhajus Sunnah...!_*

Ingat! Saat ini AS telah menanam ISIS dan Syi'ah "made in Free Masonry", dalam rangkaian operasi intelijen dan militer yang sangat rapih dan solid, yang siap menerkam dan mencabik-cabik tubuh kita!
_Wallohul Mustaan bi 'ibadihil Kholish...!!!_
 [*]

Loading...

TerPopuler

loading...