Pencapaian Kinerja Pemberantasan Narkotika Tahun 2019 oleh BNNP Sumsel
Loading...
loading...

Pencapaian Kinerja Pemberantasan Narkotika Tahun 2019 oleh BNNP Sumsel

30 December 2019,
Banner Header

BBNP Sumsel Gelar Press Release Akhir Tahun 2019

PALEMBANG-SUMSEL, SriwijayaAktual.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Pers release tentang pemaparan pencapaian kinerja Tahun 2019, di Kantor BNNP Sumsel Senin (30/12/2019)

Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa Anggaran BNNP Sumsel dan jajaran, yakni Pagu DIPA Tahun 2019 sebesar Rp. 26,235,107,000,- dan pada Tahun 2020 sebesar Rp. 29.193.806.000,-

Lebih lanjut ia mengatakan, Hasil pengungkapan kasus Narkotika BNNP Sumsel dan jajaran tahun 2018, antara lain : Jumlah Kasus 71 LKN (2 LKN TPPU), jumlah tersangka 102 orang, jumlah barang bukti Shabu seberat 32.903 gram, Ganja kering 622 gram dan Pil Extacy 5.439,5 Butir. Jumlah tersangka dan barang bukti Narkotika tahun 2019, yakni sebanyak 53 orang dan 39 LKN. Dan temuan barang bukti Pil Ekstasi TKP di halaman Pakir Alfamart Km 10 pada hari Rabu tanggal 25 Desember 2019. Pukul 17.45 Wib, dengan jumlah 4.982 butir berlogo granat warna ungu, 1 (satu) Unit Mobil Toyota Avanza warna hitam BA 1985 WQ, 

Dimananya sebelumnya personel Bidang Brantas mendapat informasi dari
masyarakat bahwa akan ada transaksi narkotika disekitaran Alfamart Km 10 Sukarami, kemudian Personil melakukan lidik dan melihat mobil yang sesuai dengan cir-ciri dari laporan masyarakat, terparkir dihaman Alfamart tersebut. Setelah diamati kurang lebih 2 Jam pengemudi/pemilik tidak datang kemudian BB Mobil dan Ekstasi disita dan dibawa ke Kantor BNNP Sumsel Koordinasi dengan Polda Sumsel untuk mengetahui kepemilikan mobil BA 1985 WQ Lidik palakunya Ekstasi tsb diduga untuk diedarkan di Kota Palembang dalam menyambut Tahun Baru 2020.

Berdasarkan data BNNP Sumsel, klien menurut layanan rehabilitasi antara lain : 

Rehabiliitasi jalan klinik BNN:
Target : 330
Capaian : 330
Persentase : 100 %

Screning intervensi lapangan :
Target : 35
Capaian : 36
Persentase : 102 %

Asesmen terpdu :
Target : 5
Capaian : 5
Persentase : 100 %

Rehabilitas inap :
Target : 0
Capaian : 117
Persentase : 

Rawat jalan puskesmas :
Target : 15
Capaian : 15
Persentase : 100%

Rehabilitas jalan komonen masyarakat :
Target : 70
Capaian : 70
Persentase : 100 %

Rehabilitasi inap dikomponen mastarakat :
Target : 27
Capaian : 27
Persentase : %

Klinik BNNP terjadi penambahan output dari 260 orang menjadi 330 orang, mengingat banyaknya masyarakat yang membutuhkan rehabilitasi. Dimana Assesmen terpadu mengalami perubahan output dari 20 orang menjadi 5 orang
disebabkan minimnya permintaan asesmen terpadu dari penyidik, pengurangan tersebut menjadi output kunjungan klinik. Data klien yang dirujuk ke rehabilitasi rawat inap antara lain :

Balai Besar Rehabilitasi Lodo Bogor : 36
Loka Kalianda Lampung Selatan : 11
Loka Batam : 4
Rs. Ernaldi Bahar Palembang : 15
Yayasan Griya Anak Sayang Nazaret : 26
Yayasan Mitra Mulia : 2
Yayasan Cahaya Putra Selatan :13
Yayasan Ar Rahman : 3
Yayasan Dharma Wahyu Insani : 2
Rawat inap : 5
Jumlah : 117

Untuk layanan pasca rehabilitasi, layanan reguler/rawat jalan :
Target : 60
Capaian : 103
Persentase : 156 %
Layanan Pembinaan :
Target : 60
Capaian : 60
Persentase : 100 %

Out came rehabilitasi berkelanjutan :
Pulih priduktif : 50
Pulih tidak produktif : 7
Tidak pulih produktif : 2
Tidak pulih tidak produktif : 1

Dari 60 Klien yang dilakukan pembinaan lanjut 83,3% pulih produktif, 11,6% Pulih tidak Produktif, 3,3% Tidak pulih produktif, 1,6% tidak pulih tidak produktif.

Data klian dilayani oleh klinik pertama BNNKab/Kota Se - Sumsel, antara lain :
BNN Kota Pagar Alam :
Terget :25
Capian Rajal : 35
Persentase : 140
Ranap : 5
Jumlah ranap dan rajal : 40

BNN Kota Lubuk Linggu :
Terget : 45
Capian Rajal : 57
Persentase : 127
Ranap : 18
Jumlah ranap dan rajal :75

BNN Kota Prabumulih :
Terget : 58
Capian Rajal : 74
Persentase : 128
Ranap : 29
Jumlah ranap dan rajal : 103

BNN Kab. Empat Lawang :
Terget : 50
Capian Rajal : 51
Persentase : 102
Ranap : 1
Jumlah ranap dan rajal : 52

BNNK Kab. Ogan Ilir :
Terget : 30
Capian Rajal : 40
Persentase : 133
Ranap : 25
Jumlah ranap dan rajal : 65

BNN Kab. Muara Enim :
Terget : 40
Capian Rajal : 60
Persentase : 150
Ranap : 22
Jumlah ranap dan rajal : 82

BNN Kab. Musi Rawas :
Terget : 10
Capian Rajal : 30
Persentase : 300
Ranap : 11
Jumlah ranap dan rajal : 41

BNN Kab. Ogan Komring Ilir :
Terget : 30
Capian Rajal : 27
Persentase : 90
Ranap : 7
Jumlah ranap dan rajal : 34

BNNK Kab. Ogan Komring Ulu Timur :
Terget : -
 Capian Rajal : -
Persentase : -
Ranap : -
Jumlah ranap dan rajal : -

Jumlah Total : 
Terget : 288
Capian Rajal : 374
Persentase : 130
Ranap : 118
Jumlah ranap dan rajal : 492

Dari 9 BNNK/Kota hanya 1 BNNK yang belum memiliki izin operasional disebabkan tidak adanya tenaga dokter sebagai penanggung jawab klinik.

Data klien BNNP dan BNNK/Kota :
BNNP :
Rawat jalan : 330
Rawat Inap : 117
Jumlah : 447
BNNK/Kota :
Rawat jalan : 374
Rawat Inap : 118
Jumlah : 492
Jumlah total :
Rawat jalan : 704
 Rawat Inap : 235
Jumlah : 939

Lebih jauh ia menjelaskan "Dari 904 klien yang direhabilitasi terdapat 9 orang yang relapse (0,96%). Jumlah klien dengan jenis kelamin laki - laki sebanyak 860 (91,59%) dan perempuan sebanyak 79 (8,41%). Rentang usia 26 - 35 tahun masih mendominasi dengan jumlah total 323 orang (34,40%). Dari segi pendidikan urutan pertama ditempati lulusan SMA, yakni 411 orang (46,97%). Berdasarkan pekerjaan, wiraswasta adalah penyalaguna yang paling banyank dengan jumlah 198 orang (21,1%), Sebanyak 515 orang (54,85%) penyalaguna mengikuti program rehabilitasi kerena terjaring oleh Aprat Hukum dimana 5 orang diantaranya masih melanjutkan proses hukum".

Tambahnya "Kendala dalam giat rehabilitasi, yakni kurangnya kesadaran masyarakat akan bahaya narkotika dan Urgensi program rahabilitasi, kemudian belum adanya tempat rehabilitasi inap BNN di Sumsel, serta kurang permintaan penyidik untuk dilakukan asesmen terpdu. Adapun solusinya adalah melakukan kerjasama dengan pemerintah setempat terkait sosialisasi program rehabilitasi dan pembangunan tempat rehabilitasi, serta meningkatkan koordinasi dengan stakeholder terkait seperti Polda, Polres dan Polsek, " harapnya. (Adi)

Loading...

TerPopuler

http://anti-adblock.adnow.com/aadbAdnow.php?ids=416798,417241,466794