Pohon Di Masjid Pekalongan 'Menangis' Tiap Malam, Takmir Minta Tak Dikaitkan Kejadian Mistis
Loading...
loading...

Pohon Di Masjid Pekalongan 'Menangis' Tiap Malam, Takmir Minta Tak Dikaitkan Kejadian Mistis

18 December 2019,

Fenomena Semacam Itu Sukses Menyedot Perhatian Warga. Hal Tersebut Terbukti Dari Banyaknya Masyarakat Yang Berdatangan Untuk Melihat Secara Langsung Kondisi Pohon "Menangis".

PEKALONGAN-JATENG, SriwijayaAktual.com - Dua batang pohon rambutan yang ada di halaman Masjid Petukangan, Wiradesa, Kabupaten Pekalongan akhir-akhir ini menjadi perhatian warga. Pasalnya, pohon tersebut selalu mengeluarkan air. Air tersebut berasal dari daun dan juga dahannya.
Tak ayal kondisi ini sering disebut seperti sedang menangis. Adapun pohon itu mengeluarkan air hanya pada malam hari saja. Seorang takmir masjid menyebutkan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar satu bulan lamanya.
"Ini sudah agak lama, mungkin hampir satu bulan," kata Marzuki dilansir Detik, Selasa (17/12/2019). "Meneteskan air saat malam hari saja."
Fenomena ini sukses menyedot perhatian warga. Hal itu terbukti dari banyaknya masyarakat yang berdatangan untuk melihat secara langsung fenomena tersebut. Karena banyaknya pengunjung, warga dan takmir masjid harus suka rela mengatur arus lalu lintas depan masjid.
Salah satu warga Pekalongan, Amelia, menyebutkan bahwa dirinya datang ke lokasi karena rasa penasaran. Tak sendiri, ia pun bersama rekan-rekannya. Menurutnya, fenomena semacam ini baru pertama kali dilihat olehnya. "Airnya lembut bisa dirasakan di kulit. Bingung juga kejadiannya seperti ini baru pertama lihat," katanya masih dilansir Detik.
Fenomena seperti ini memang tak selalu terjadi pada semua tanaman. Tak ayal jika ada masyarakat yang mengaitkannya dengan hal-hal mistis. Marzuki pun menyayangkan hal-hal semacam itu. Bahkan disebutnya, ada warga yang membawa ember besar untuk menampung air tersebut.
"Ada yang bawa tempat air besar (ember) untuk menampung air," terang Marzuki. "Saya bilang tidak usah macam-macam, itu tidak ada apa-apanya. Kalau mau merasakan rintikan airnya silakan di bawahnya (pohon)."
Sementara itu, Sekretaris Desa Petukangan, Ari Susanti, mengatakan bahwa fenomena semacam itu merupakan fenomena normal. Hal itu diungkapkannya usai melakukan pencarian di internet terkait penjelasan ilmiah akan kondisi pohon "menangis" tersebut. Informasi itu pun segera diteruskannya ke warga agar tidak ada spekulasi macam-macam, terutama menghubungkannya dengan hal-hal mistis.
"Setelah kejadian saya mencari kajian ilmiahnya di internet dan ternyata itu kejadian normal," kata Ari. "Kami langsung sosialisasi ke warga agar tidak dikait-kaitkan dengan hal-hal yang tidak diketahui (mistis)."

Loading...

TerPopuler

http://anti-adblock.adnow.com/aadbAdnow.php?ids=416798,417241,466794