Kemelut Pengelolaan Parkir Stadion Bumi Sriwijaya
Loading...
loading...

Kemelut Pengelolaan Parkir Stadion Bumi Sriwijaya

28 Januari 2020,
Banner Header

Karcis parkir Bertiket Bola Diduga Ada yang Tak Rela atas MOU Gubernur
PALEMBANG, SriwijayaAktual.com – Masih ingat beberapa saat lalu media ini memberitakan adanya dugaan parkir liar di Stadion Bumi Sriwijaya (SBS) yang mengunakan karcis bola dan dipungut Rp 5000 perparkir untuk kenderaan roda dua, ternyata dibalik itu ada ketidak puasan dari oknum oknum pengelola gedung.

“Gubernur sumatera selatan (Sumsel) H Herman Deru SH telah melakukan penandatanganan surat kontrak pengelolaan parkir di Stadion Bumi Sriwijaya (SBS) pada tanggal 8/8/2019 dengan kita namun belakangan kontrak kerjasama itu, timbul kemelut dari pengelola SBS, mereka diduga tidak puas atau tampak keberatan atas kerjasama itu lalu melakukan penutupan dan menggembok akses pintu masuk utama Dan belakangan serta memasang pembatas disebagian dari area parkir yang sudah dikontrak PT SAI dan kini dijadikan lahan parkir oleh oknum oknum pengelola SBS, Pos tempat penarikan parkir yang sudah kita pasang mereka singkirkan”, ujar Evi direktur PT SAI diruang kerjanya (26/1/2020).
Evi

Kita sudah tiga kali menyurati BPKAD Provinsi sumsel tambah Evi namun hanya mendapat jawaban silahkahkan diselesaikan secara musyawarah dengan pengelola Gedung SBS, akibatnya kami yang merasa mendapat kontrak kerjasama pengelolaan parkir merasa dirugikan akibat ulah oknum oknum itu.

“Saya pengelola area parkir SBS berterima kasih Kepdada BPKAD yg Menjawab surat kami dengan jawaban silahkan di musyawarahkan saja, Saya bersurat tiga kali pada BPKAD hanya mendapat jawaban itu dan yang paling saya Tidak faham, kenapa adanya surat Pemberitahuan Berita Acara yg di terbitkan tanggal 17 Januari 2020 sementara kontrak kersamananya ditandatangani gubernur pada bulan Agustus 2019”, kata Evi.

Evi juga mengatakan bahwa yang menjadi pertanyaan mengapa kami sudah mulai beroperasional dan sudah memasang alat parkir dengan sistem gate parking di jalan Angkatan 45 baru ada pembatasan area parkir yang dikontrakan pada kami.

“Kami sudah berinvestasi banyak namun kami di larang untuk melaksanakan isi kontrak kerjasama dan yg paling saya tidak faham kenapa batasan batasan wilayah yang menjadi hak kami tidak di beritahukan Sebelum kontrak kerjasama ditanda tanggani ada indikasi apa ini”, kata Evi.

Evi berharap kepada Gubernur agar dapat segera meluruskan apa yang sudah menjadi kesepakatan dalam perjanjian kontrak pengelolaan parkir diseputaran gedung SBS agar kami penerima kontrak tidak dirugikan oleh oknum pengelola gedung, perihal ini jelas evi akan merusak nama baik gubernur Dan agar mereka yang diduga telah melakukan perampasan hak kami selaku pengelola parkir supaya dapat ditindak karna pandangan kami dengan adanya surat kesepakatan yang ditanda tangani bapak gubernur saja mereka masih berani main main di lapangan dan saya berharap pada gubernur dapat melihat langsung apa yang terjadi dilapangan,tutup Evi. (ibr/buanainformasi.tv)
Loading...

TerPopuler