Masalah Edarkan Kotak Amal Saat Khutbah, dan Dana Masjid Bukan Buat Ummat tapi untuk Konglomerat
Loading...
loading...

Masalah Edarkan Kotak Amal Saat Khutbah, dan Dana Masjid Bukan Buat Ummat tapi untuk Konglomerat

05 January 2020,




SriwijayaAktual.com Masalah Edarkan Kotak Amal Saat Khutbah, dan Dana Masjid Bukan Buat Ummat tapi untuk Konglomerat
Silakan simak baik-baik berikut ini.

Hukum Peredaran Kotak Amal/Infaq Saat Khotib Jumat Berkhutbah
Ustadz Dr. M Arifin Badri, MA
'Takmir Masjid Perusak Pahala Shalat Jamaah'?

Sobat! 
Saya yakin anda menyadari bahwa para takmir masjid memiliki jasa yang sangat besar. Mereka bekerja siang dan malam guna memikirkan kemaslahatan dan kemakmuran masjid; rumah Allah Ta’ala.

Namun demikan kadang kala karena semangat besar menjadikan sebagian mereka lalai akan sebagian hukum shalat. Kelalaian mereka berakibat fatal, alias rusaknya pahala shalat jamaah satu masjid.

Sobat, 
sebagian takmir masjid begitu bersemangat untuk menggalang dana dari jamaah masjid guna membiayai kepentingan masjid, sehingga mereka mengedarkan kotak infaq pada saat khatib Jum’at berkhutbah. Dengan harapan mendapatkan dana sebanyak mungkin dan memudahkan jamaah masjid untuk menyalurkan donasinya.

Namun demikian, nampaknya mereka lalai bahwa perputaran kotak infak di saat khathib berkhutbah mengancam keutuhan Pahala shalat Jum’at.

Seharusnya perputaran itu dilakukan sebelum khathib berkhutbah atau setelah shalat atau dengan meletakkan kotak infak di pintu masjid. 
Dengan demikian setiap jamaah bisa menyalurkan donasinya pada saat masuk atau keluar dari masjid tanpa mengganggu kekhidmatan shalat Jum’at.

Rasulullah Shallallahu alahi wa sallam bersabda:

«مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ، ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ، فَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ، غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ، وَزِيَادَةُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ، وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَا» رواه مسلم.

Barang siapa berwudlu lalu ia menyempurnakan wudhunya, selanjutnya ia pergi ke masjid untuk mendirikan shalat Jum’at. Setibanya di masjid ia diam dan dengan khidmat mendengarkan khutbah. Maka dosa-dosanya selama satu pekan diampuni ditambah lagi dosa-dosanya selama tiga hari lainnya juga diampuni. 
Dan barang siapa menyentuh kerikil alias berpaling dari mendengarkan khutbah karena menyentuh kerikil maka ia telah berbuat sia-sia ( kehilangan pahala). Riwayat Muslim.

Bila menyentuh kerikil saja tercela apalagi sampai memasukkan uang lalu menggeser kotak kepada jamaah di sebelahnya. Allahu al musta’an.

[Dishare oleh Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri hafidzahullah tanggal 15 Dzulhijjah 1435 / 10 Oktober 2014/http://www.salamdakwah.com]


Dana Kotak Amal Masjid Bukan Buat Ummat  tapi untuk Konglomerat  (?)

Tiap hari Jum’at bagi muslim laki-laki wajib menjalankan Ibadah Sholat Jum’at di Masjid-masjid.
Sesaat sebelum Adzan , maka salah seorang Ta’mir Masjid akan umumkan Jumlah Saldo Kas Masjid keseluruhan dan perolehan Dana Kotak Amal Masjid Jum’at pekan sebelumnya.

Dari pelaksanaan Sholat Jum’at dari Masjid ke Masjid, rata-rata Kas Masjid di perkampungan biasa dan perumahan menengah, sudah berkisar pada Rp. 50 juta s/d Rp. 100 juta. Belum Masjid-masjid Besar di kantor-kantor Instansi, perumahan besar, bisa jadi lebih besar dari jumlah tersebut.

Pada tiap Jum’at, rata-rata terkumpul pada kisaran Rp. 2 juta s/d Rp. 5 juta.
Lalu, kemana dana tersebut *disimpan ?* Karena dari rutinitas pengeluaran yang disampaikan adalah untuk kebersihan, khotib, muadzin, dll, kurang lebih dari Rp. 1 juta tiap pekannya.
Sudah tentu, pasti, di Bank-bank terdekat yang ada.

Sadarkah kita bahwa potensi kita , ummat Islam begitu besar?
Sedikit mari kita coba berhitung. 

Jumlah Masjid dan Musholla , menurut BPS pada tahun 2015, adalah sekitar 40 ribu. Tentunya masih bisa lebih dari jumlah tersebut.
Asumsi, masing-masing Masjid simpan Kas sebesar Rp. 30 juta, maka : Rp. 30 juta x 40 ribu = *Rp. 12 Triliun !!!*

Pertanyaan selanjutanya, apakah dana tersebut hanya akan *mengendap begitu saja di bank?* Tentu saja tidak !
Sudah pasti, tentunya, dana itu digunakan untuk keperluan *para konglomerat*, baik *pemilik bank* maupun para *pengutang bank, yang tentunya mayoritas pengusaha non pribumi dan non muslim*. 

Dan, tiap hari Jum’at, akan masuk lagi *dana ummat* sebesar : Rp. 3 juta x 40.000 = *Rp.  120 Milyar !*.

Tanpa nerbitkan surat jaminan atau apapun, *mereka* selalu dapat kucuran *dana sangat sangat lunak sekali* dari ummat Islam !

Yang mana, dana tersebut, mereka gunakan untuk buat pabrik, pengembangan usaha, dll, tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Dan, tidak menutup kemungkinan, dana tersebut juga dipakai untuk melakukan operasi-operasi / kegiatan yang tidak ada hubungan dan kepentingannya dengan umat

Sementara, dari dana yang disimpan di bank, kita hanya akan *dikasih* berupa bunga sebesar 12%/tahun. Yang tentunya, kita *menerima riba dan hukum riba* atas *penerimaan bunga tersebut*.
Sementara, mereka, mendapat keuntungan yang berlipat lipat.

*Kenapa dana tersebut tidak kita manfaatkan, kita kelola sendiri oleh ummat untuk kepentingan dan kesejahteraan ummat ?*

Alangkah baiknya dana tersebut dikelola dengan baik dan benar untuk hal yang produktif dan manfaat untuk ummat, semisal :

1. Di masjid membuka koperasi atau Lembaga Amil Zakat , yang programnya memberikan pinjaman bergulir tanpa bunga kepada kelompok pengajian / usaha ummat sekitar Masjid. 

2. Disalurkan untuk para yang berhak menerimanya.
3. Usaha produktif , 

Tentunya ini akan lebih produktif dan bermanfaat, daripada disimpan di bank, *bukan ummat yang terima manfaat, tapi malah para konglomerat*. Juga, daripada nanti, ketika ada suatu hal, *Bank mengalami masalah*, tapi  dana tiba tiba tidak bisa ditarik ?

Bagaimana pertanggungjawaban kita (ta’mir) atas dana ummat tersebut , dunia akhirat ?.

Di infokan Oleh:
*KH. Agus Tri Sundani, SH, I, MA.g* Al Hafizh
(KORDINATOOR Dakwah Khusus Majelis Tabligh PP. Muhammadiyah, Pengurus  BPH/Badan Pembina Harian UHAMKA/Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta)
[nahimunkar.org]
Loading...

TerPopuler

http://anti-adblock.adnow.com/aadbAdnow.php?ids=416798,417241,466794