Pensiunan PNS Jadi Profesor Jenderal Bintang 5 di Sunda Empire, Ternyata Belum Bayar Kontrakan
Loading...
loading...

Pensiunan PNS Jadi Profesor Jenderal Bintang 5 di Sunda Empire, Ternyata Belum Bayar Kontrakan

26 Januari 2020,
Banner Header
Nasri Banks, Grand Prime Minister di Sunda Empire, sosok yang lebih tinggi di atas Rangga Sasana. Dia terlihat dominan dalam sejumlah tayangan video di media sosial. (Foto: Tribunjabar.id/Mega Nugraha- Istimewa)


SriwijayaAktual.com - Rangga Sasana rupanya bukan satu-satunya petinggi Sunda Empire.

Menurut Rangga Sasana, ada seseorang yang jabatannya lebih darinya.

Dialah Nasri Banks, Jenderal Bintang 5 di Sunda Empire.

Bila Rangga Sasana mengaku sebagai Sekretaris Jenderal Sunda Empire, Nasri Banks merupakan Grand Prime Minister.

"Dia ( Nasri Banks) itu Grand Prime Minister, bintang lima," ujar Rangga Sasana dikutip dari Tribun Jabar.

Menurut informasi, Nasri Banka merupakan pria kelahiran Sibolga tahun 1954.

Namun sayangnya, saat ditemui Tribun Jabar Nasri Banks tak mau diwawancara.

"Waah enggak bisa, mohon maaf, saya enggak bisa ngomong. Off the record," ujar Nasri.

Saat disinggung soal Rangga Sasana, raut mukanya tampak menunjukkan ketidaksukaan.

"Aaah apa dia. Enggak bisa, saya enggak akan ngomong," ujar Nasri seraya masuk ke rumah dan membanting pintu rumahnya.

Pensiunan PNS
Adik ipar Nasri Banks, Raden Setiawati (56) mengatakan mengatakan kakaknya merupakan pensiunan PNS.

"Saya adik iparnya, dulu dia memang tinggal di sini karena rumah orang tua. Kakak saya menikah sama dia, kami memanggilnya Babeh," ujar Setiawati, di kediamannya, Jumat (23/1/2020).

Dia mengatakan, Nasri merupakan pernah pegawai negeri sipil dan kini sudah pensiun.

Dia pindah dari rumah itu sekitar tahun 2000-an.
Heboh kemunculan Sunda Empire (www.serambitv.com)

Semula pindah ke Kota Bekasi kemudian belakangan pindah lagi ke Bandung.

"Pekerjaannya guru PNS, mengajar SMA/SMK. ‎Guru mata pelajaran fisika," ucapnya.

Setiawati dan keluarga besarnya kaget saat Sunda Empire viral di media sosial dan mendapat porsi pemberitaan begitu gencar di media mainstream.

Di media sosial misalnya, tampak dia berorasi di tengah anggota Sunda Empire.

"Saya pribadi kaget. Kok bisa. Begini ya, terlepas perbuatannya salah atau enggak, saya yang merasa bukan orang pintar saja, ‎heran banget kok bisa seperti itu. Nalar dan logika saya jadi kaget saja. Padahal dulu enggak begitu, biasa saja, bekerja, ngajar ya seperti itu," ucap Setiawati.

Ngontrak Rumah
Tetangga Nasri Banks, Agus (6) mengatakan bahwa Nasri tinggal di rumah kontrakan.

Menurutnya, Nasri bukan warga asli komplek tersebut.

Seingatnya, Nasri mengontrak rumah itu sejak kurun 5 tahun lalu.

"Dia rumahnya ngontrak di sini. Ini bentar lagi mau selesai‎. Yang punya kontrakannya sudah sering nagih uang kontrakan," ujar Agus.

Ketua RT setempat, Tecky membenarkan bahwa Nasri tinggal di wilayahnya.

Sesuai KTP, ia bernama Nasri Banks, kelahiran Sibolga 1954.

"Tapi domisili aja di sini, KTP-nya bukan orang sini. Dia ngontrak rumah. Setahu saya, banyak orang yang bertamu ke dia. Orang-orang sini bilangnya profesor, tapi saya enggak ngerti profesor apa," ucapnya.

Dipanggil Profesor
Dadang (46), penjual gorengan di perumahan itu mengatakan, banyak orang yang mencari rumahnya dan menyebut profesor Nasri.

"Dikenalnya si pak profesor, karena tamu-tamu yang ke rumah dia bilangnya begitu. Kalau saya sering lihat dia, kadang nelpon sama orang Jerman, orang Perancis, ya dia bicara di telpon, kedengeran sama saya," ucapnya.

Belum Bayar Kontrakan
Masih menurut Agus, beberapa waktu belakangan masa kontrak rumah Nasri Banks sebentar lagi habis.

Malah menurut Agus, pemilik kontrakan beberapa waktu belakangan sering datang menagih uang sewa rumah.

"Dia rumahnya ngontrak di sini. Ini bentar lagi mau selesai‎. Yang punya kontrakannya sudah sering nagih uang kontrakan," ujar Agus.

Saat Sunda Empire heboh di media sosial dan mendapat porsi pemberitaan cukup meriah, Agus baru tahu sosok Nasri.

"Pantas saja selama ini banyak yang bertamu ke rumah dia. Setahu saya, dia ketua LSM apa gitu, saya enggak tahu. Sering disebut sama tamunya yang mencari rumah dia profesor," ujar Agus.

Agus seringkali melihat Nasri berjalan-jalan di kompleks itu dengan membawa seekor anjing.

"Katanya anjingnya mati karena makan ayam yang ada formalinnya. Saya tahu cerita itu dari dia yang cerita," ujar dia. [bogor.tribunnews.com]
Loading...

TerPopuler