WNA Asyik Genjot-genjotan Siang Hari Bolong di Pantai Meski Didatangi Petugas Nekat Lanjut Terus
Loading...
loading...

WNA Asyik Genjot-genjotan Siang Hari Bolong di Pantai Meski Didatangi Petugas Nekat Lanjut Terus

04 Februari 2020,
Banner Header
Pantai di Boracay, Filipina.(THINKSTOCKPHOTOS)


MANILA, SriwijayaAktual.com  – Pasangan yang terdiri dari warga Inggris dan Australia dilaporkan menolak berhenti berhubungan seks di siang bolong meski didatangi polisi.

Sejoli yang disebut bernama Jasmine Nelly dan Anthony Carrio disebut berhubungan badan di pantai yang penuh dengan keluarga di Filipina.

Pasangan beda negara itu dilaporkan segera ditahan dan diborgol. Namun, keduanya disebut masih terus saling menggoda saat hendak dimasukkan sel.

Dilansir Daily Mail Senin (3/2/2020), momen saat keduanya berhubungan seks dilihat oleh warga lokal di pantai Pulau Boracay di Provinsi Aklan.

Momen itu terjadi pada Kamis pekan lalu (30/1/2020), pada siang bolong. Momen ketika pantai penuh dengan banyak anak dan keluarga.

Kopral Polisi Joel Banga-ora mengatakan, pihaknya datang ke lokasi setelah mendapat laporan, dan melihat pasangan itu terus bercinta.

“Kami berdiri di samping mereka. Namun, mereka terus melakukannya,” ujar Banga-ora. Dia menuturkan pasangan itu mabuk sehingga mengabaikan otoritas.

Banga-ora melanjutkan, keduanya tidak malu meski pantai saat itu tengah penuh. Dia menuturkan alat kelamin sejoli itu sampai terekspos.

“Mereka begitu asyik satu sama lain sehingga tidak sadar sudah diperhatikan orang banyak,” terang Banga-ora. Keduanya kemudian ditangkap.

Namun, polisi menjelaskan bahwa keduanya masih terus berusaha menggoda ketika dalam perjalanan untuk ditempatkan ke penjara.

Keduanya kemudian ditahan di Pos Polisi Malay Municipal, dengan Kantor Jaksa Penuntut Aklan mendakwanya dengan tuduhan berusaha membuat skandal.

Tuduhan kedua adalah tidak patuh terhadap aparat. Sebab, Carrio yang berasal dari Australia disebut berusaha kabur saat hendak dibekuk.

Keduanya diharuskan membayar pembebasan bersyarat masing-masing 6.000 peso, atau Rp 1,6 juta. Khusus Carrio, dia juga ditambah 3.000 peso (Rp 810.400) karena melawan aparat.

Banga-ora menambahkan, pengadilan sudah ditetapkan bakal digelar Februari ini meski belum ada tanggal pastinya. Keduanya juga disebut bertolak ke Cebu City.

“Jika mereka sampai tidak muncul untuk hadir dalam persidangan, maka kami akan segera memberlakukan larangan datang ke Filipina,” beber Banga-ora. (Kompas.com)
Loading...

TerPopuler