Rachland Kritik Kartu Prakerja: Emang usai Pelatihan, Ada Lowongan Kerja?, miKER!?
loading...

Rachland Kritik Kartu Prakerja: Emang usai Pelatihan, Ada Lowongan Kerja?, miKER!?

Monday, April 13, 2020,
Banner Header
Rachland Kritik Kartu Prakerja: Emang usai Pelatihan, Ada Lowongan Kerja? miKER!


JAKARTA, Sriwijaya Aktual - Politikus Partai Demokrat Rachland Nashidik menilai percuma program Kartu Prakerja yang diluncurkan Presiden Jokowi di tengah pandemi virus corona alias Covid-19.

Menurut dia, program pemerintah membiayai pelatihan daring untuk warga yang menganggur di tengah krisis saat pandemi ini dinilai percuma.

Rachland mempertanyakan, apakah setelah pelatihan tersebut bakal ada lowongan kerja atau peluang bisnis UMKM di tengah pandemi corona.

"Itu Kartu Prakerja untuk apa? Membiayai pelatihan on-line untuk warga yang menganggur, dalam keadaan sulit begini, namanya percuma. Memangnya usai pelatihan, lowongan kerja atau peluang bisnis UMKM bagi mereka, ada?" cuit Rachland seperti dikutip dari akun jejaring sosial Twitter-nya, @RachlanNashidik, Senin (13/4/2020).


Pun Rachland menyarankan agar dana puluhan triliun yang disiapkan pemerintah untuk program Kartu Prakerja ditransfer secara tunai.

"Puluhan triliun itu baiknya cash transfer sajalah," kicau Rachland Nashidik.

Menurut Rachland, jika rakyat dalam keadaan sulit diberikan uang tunai, mereka bisa belanja keperluannya sehari-hari.

"Dengan begitu roda ekonomi diputar. Petani, nelayan, bahkan pabrik bisa bekerja karena padi, ikan, sabun, mi instan ada yang beli. Angka kasus PHK dengan itu mungkin bisa ditekan," tulis Rachland.

Sebelumnya, diketahui bahwa pendaftaran Program Kartu Prakerja sudah dibuka sejak Sabtu (11/4/2020). Bagi peserta yang lolos nantinya akan mendapatkan paket manfaat total Rp 3.550.000.

Pendaftaran gelombang pertama akan dibuka hingga Kamis, 16 April 2020 pukul 16.00 WIB. Setidaknya akan ada 164 ribu peserta yang diterima pada gelombang pertama.

"Untuk tahap gelombang pertama ini setidaknya akan direkut sebanyak 164 ribu orang," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam siaran langsung melalui akun Youtube Kemenko Perekonomian, Sabtu.

Pengumuman bagi peserta yang lolos akan disampaikan melalui email atau sms. Nantinya peserta akan diberikan kode uni 16 angka sebagai tanda sudah memiliki Kartu Pra Kerja.

Setelah itu, pemegang Kartu Pra Kerja bisa memilih pelatihan yang diinginkan melalui platform digital mitra resmi seperti Tokopedia, Skill Academy by Ruangguru, Maubelajarapa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijatmahir, dan Sisnaker.

Para pemegang kartu Pra Kerja akan mendapatkan paket manfaat total senilai Rp 3.550.000 dengan rincian sebagai berikut:

1. Bantuan biaya pelatihan sebesar Rp 1.000.000 yang dapat digunakan untuk membeli aneka pelatihan di platform digital mitra.

2. Insentif yang akan ditransfer ke rekening bank atau e-wallet LinkAja, Ovo atau GoPay milik peserta.

Insentif tersebut terdiri dari dua bagian yakni insentif pasca penuntasan pelatihan pertama sebesar Rp 600.000 per bulan selama empat bulan dengan total Rp 2.400.000 dan insentif pasca pengisian survei evaluasi sebesar Rp 50 ribu per survei untuk tiga kali survei dengan total Rp 150 ribu.

Peserta dapat mengambil pelatihan selanjutnya apabila sudah menuntaskan pelatihan yang pertama. Sementara itu bantuan akan hangus apabila dalam waktu 30 hari sejak ditetapkan sebagai penerima, peserta belum menggunakan Kartu Pra Kerja untuk pelatihan pertama. Sisa bantuan biaya pelatihan setelah pelatihan pertama dapat digunakan untuk membeli modul pelatihan selanjutnya hingga 31 Desember 2020.

Bagi masyarakat yang mengalami kesulitan dalam melakukan pendaftaran, ada call center yang bisa dihubungi 021-25541246 setiap Senin hingga Jumat mulai pukul 08.00 hingga 19.00 WIB. Selain itu masyarakat juga bisa mengajukan pertanyaan melalui email resmi yakni info@gmail.co.id. [*]

Loading...

TerPopuler

loading...