woOW! Mantan Astronot Mendukung Kolonisasi Mars
loading...

woOW! Mantan Astronot Mendukung Kolonisasi Mars

Saturday, May 16, 2020,
Banner Header
mantan astronot mendukung kolonisasi mars, buzz aldrin at now
 Sriwijaya Aktual - Setelah hampir setengah abad mereda, tampaknya perlombaan ruang angkasa akan kembali merebak. Kali ini targetnya adalah Mars, planet yang paling menarik perhatian manusia karena kemiripannya dengan Bumi.

Jika medio tahun 60-an perlombaan hanya dimonopoli oleh dua negara yaitu AS dan Uni Soviet, maka pada misi ke Mars peserta lomba lebih banyak karena penguasaan teknologi ruang angkasa saat ini lebih merata.

Tercatat selain AS dan Rusia (pengganti Uni Soviet), ada Uni Eropa, Jepang, Brazil, China, bahkan India!, telah mampu mengirimkan wahana antariksanya ke Mars.

Hal ini tentu saja mulai menggelisahkan sebagian orang terutama mereka-mereka yang dahulu ikut ambil bagian dalam perlombaan ruang angkasa era 60-an. Salah seorang yang blak-blakan mengutarakan opininya adalah Buzz Aldrin.

"Amerika Serikat harus melakukan lebih dari sekedar menancapkan bendera di planet Mars jika ingin terus menjadi pemimpin dalam bidang eksplorasi ruang angkasa, " kata Buzz Aldrin.

"Menurut saya, tidak ada cara yang lebih meyakinkan untuk menunjukkan kepemimpinan Amerika untuk sisa abad ini daripada berkomitmen untuk mendukung penuh pembangunan koloni permanen di Mars," lanjut Aldrin didepan anggota Subcommittee on Space, Science and Competitiveness, Senat AS.

Pergi ke Mars tanpa mendirikan koloni, dengan kata lain hanya meluncurkan misi berawak, tidak akan cukup. Begitupun dengan mendirikan koloni di Bulan," kata Aldrin. "Membangun pemukiman di Bulan hanya akan memerlukan langkah kecil bagi bangsa-bangsa lain untuk mengejar ketinggalan mereka dari Amerika," lanjutnya.

Buzz Aldrin, orang kedua yang menginjakkan kakinya di bulan setelah Neil Armstrong pada bulan Juli tahun 1969, telah mengembangkan sebuah arsitektur untuk membangun koloni di Mars, dengan pendaratan pertama misi berawak di planet merah itu diprediksi dapat direalisasikan paling lambat tahun 2038. Aldrin kemudian mempresentasikan dasar-dasar proyek kolonisasi Mars dihadapan para senator.

"Ini rencana terpadu yang disusun bersama-sama untuk kembali ke Bulan secara komersial dan internasional, meningkatkan pertemuan dengan asteroid, pembangunan pemukiman manusia di Mars dengan menetapkan mitigasi resiko pada arsitektur yang dikembangkan secara hati-hati," kata Aldrin. "Ini termasuk penggunaan wahana penghubung antara Mars dan Bumi yang akan merevolusi semua aspek ekonomi dan keamanan misi manusia ke Mars."

Dua mantan astronot NASA lainnya, Walt Cunningham dan Mike Massimino, juga berbicara kepada subkomite, dan keduanya juga sangat mendukung misi eksplorasi Mars.

Msssimo mengatakan, manfaat dari misi manusia ke Mars mungkin akan luas dan tahan lama. Ia mencontohkan banyak manfaat untuk meningkatkan kehidupan yang dihasilkan dari program Apollo dan program space shuttle dan kemungkinan bahwa manusia perlu mencari rumah kedua di tata surya untuk menjamin kelangsungan hidupnya dalam kasus seandainya satu bencana besar mungkin menimpa Bumi.

"Mars mungkin tempat itu. Jadi jika kita memutuskan untuk pergi ke sana, itu memberi kami pilihan lain," kata Massimino, yang terbang pada dua misi pesawat ruang angkasa tahun 2002 dan 2009.

"Saya benar-benar melihatnya sebagai investasi masa depan kita, untuk menginspirasi anak-anak muda kita dan juga, saya pikir, untuk membantu negara kita dan perekonomian kita selama bertahun-tahun yang akan datang," tambahnya. "Saya pikir itu akan menjadi hal yang mulia untuk dilakukan."

Cunningham, pilot modul lunar Apollo 7 pada 1968, mengatakan kepada para senator bahwa Mars adalah perbatasan berikutnya di luar angkasa manusia, dan jika Amerika Serikat tidak memimpin upaya kolonisasi disana, maka negara lain yang akan melakukannya.

Tapi mendaratkan manusia ke Mars akan menjadi upaya yang sulit dan mahal, Cunningham memperkirakan bahwa proyek misi berawak ke Mars bisa menelan biaya hingga tiga kali lipat dari program Apollo. (biaya program Apollo untuk mendaratkan manusia di Bulan adalah sekitar $ 110 miliar dolar).

"Itu terlalu mahal bagi NASA untuk mewujudkannya pada tingkat anggaran saat ini," kata Cunningham. Hari-hari ini, badan-badan antariksa hanya mendapat sekitar pangsa 0,5 persen dari anggaran federal, bandingkan dengan 4,5 persen pada puncak program Apollo.

"Anggarannya harus dinaikkan secara drastis," kata Cunningham. "Anggaran NASA saat ini terlalu rendah untuk dapat melakukan hal-hal yang kita bicarakan di sini," pungkas Cunningham didepan anggota Senat yang hadir. (foxnews/tvsx)

mantan astronot mendukung kolonisasi mars, Settlement on Mars
Settlement on Mars

Loading...

TerPopuler

loading...